URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 413 perantauan asal Jawa Tengah yang menggunakan fasilitas mudik gratis dengan kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/4/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Pemudik Gratis Dengan Kapal Tiba di Tanjung Emas Semarang

Ratusan Pemudik Gratis Dengan Kapal Tiba di Tanjung Emas Semarang

Ratusan Pemudik Gratis Dengan Kapal Tiba di Tanjung Emas Semarang

featured-img

SEMARANG – Sebanyak 413 perantauan asal Jawa Tengah yang menggunakan fasilitas mudik gratis dengan kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/4/2022).

Ratusan pemudik itu tiba di Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka memakai jasa mudik gratis yang diberikan atas kerja sama PT Pelni dan Kementerian Perhubungan. Raut keeriaan muncul dari wajah ratusan pemudik ketika menuruni anak tangga Kapal Dobonsolo yang akan menginjakkan kakinya di dermaga pelabuhan.

Kristi Ayu Diah (25), dia mengaku bersyukur telah diberi fasilitas untuk pulang kampung secara gratis dan kelancaran dalam perjalanan menggunakan kapal dari Jakarta menuju Semarang.

“Saya baru tahu ada kapal laut gratis, akhirnya saya mendaftar,” kata Kristi yang mudik bersama sang suami dan dua buah hatinya.

Kristi juga mengaku bahagia selama perjalanan mengarungi laut Jawa dari Pelabuhan Tanjung Priok hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Emas. Menggunakan jasa mudik gratis melalui kapal laut, menurutnya lebih aman dan nyaman ketimbang mengendarai sepeda motor.

“Kapalnya lumayan enak dan nyaman, tidak takut kehujanan atau kepanasan, apalagi jalan macet,” ucap perempuan asli Karanggede, Boyolali itu.

Sementara itu, pemudik lain Agus mengaakan, menggunakan moda transportasi laut menjadi alternatif para pemudik untuk pulang ke kampung halamannya. Kapal laut dipilih lantaran perjalannya tidak terburu-buru, cenderung menikmati perjalanan.

“Naik kapal bisa tidur nyenyak, bisa istirahat setelah capek bekerja,” ujarnya.

Pria berusia 35 tahun itu menyebut fasilitas pemerintah mudik gratis memberikan jaminan keselamatan untuk sampai daerah tujuan. Fasilitas mudik gratis melalui kapal laut diharapkan akan terus terselenggara setelah dua tahun terakhir ditiadakan karena status pandemi Covid-19.

“Tidak bengkak di biaya dan bisa buat beli sesuatu yang lain di kampung,” ucapnya.

“Beberapa tahun tidak bisa mudik karena Covid-19, sekarang bisa mudik senangnya minta ampun,” paparnya.

Terlepas dari sejumlah fasilitas, dirinya berharap layanan mudik gratis dapat terus digelar di tahun-tahun selanjutnya. Bantuan mudik gratis dengan membantu masyarakat menyisihkan uang untuk keperluan lain.

“Semoga ada terus agar memudahkan masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan