RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Alasan Terdampak Covid, Beberapa Penghuni Rusunawa Cabean Salatiga Minta Keringanan

Alasan Terdampak Covid, Beberapa Penghuni Rusunawa Cabean Salatiga Minta Keringanan

Alasan Terdampak Covid, Beberapa Penghuni Rusunawa Cabean Salatiga Minta Keringanan

Bangunan 4 lantai Rusunawa Cabean Salatiga

Sejumlah penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Cabean, Kota Salatiga, Jawa Tengah meminta keringanan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga karena telah melampaui batas maksimal tinggal, apalagi aturan maksimal tinggal di rusunawa hanya selama enam tahun. Faktanya, sejumlah penghuni sudah tinggal di Rusunawa Cabean Salatiga melebihi batas waktu.

Mereka beralasan belum bisa pindah karena kondisi ekonomi. Oleh karena itu, beberapa orang penghuni Rusunawa Cabean meminta keringanan kepada Pemkot Salatiga.

“Kami sudah tinggal tiga periode atau sembilan tahun. Seharusnya memang dua periode, tetapi saat itu ada kebijakan hingga menambah satu periode,” terang Warga di Rusunawa Cabean Salatiga, Simanjuntak, saat ditemui wartawan seusai mediasi dengan pengelola Rusunawa, Rabu (3/8/2022).

Mereka berharap Pemkot Salatiga bisa memperpanjang masa tinggal hingga akhir tahun. Di sisi lain, dia berjanji akan berusaha mencari tempat tinggal baru.

“Dalam masa ini, kami akan berusaha mencari tempat tinggal baru. Semoga itu bisa di izinkan,” harap Simanjuntak.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (PKP) Kota Salatiga, Eny Endang Surtiani, menyampaikan hanya bisa memberikan kelonggaran selama satu bulan untuk mencari tempat tinggal baru dan pindah.

Menurutnya ada 11 penghuni rusunawa yang sudah melebihi masa tinggal. Dari jumlah tersebut, lima di antara sudah sepakat pindah.

“Padahal aturannya adalah satu kali periode dan bisa diperpanjang satu kali atau maksimal enam tahun,” jelas Eny.

J Simanjuntak saat diwawancarai Rasika

Sekretaris Dinas PKP Salatiga, Ali Eko, menambahkan bahwa rusunawa diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusunawa Cabean Salatiga terdapat dua tower dengan total 196 unit. Rusunawa disewakan sangat murah, yakni Rp110.000 hingga Rp180.000.

Tak hanya itu, rusunawa memberikan fasilitas air bersih gratis. Tujuan program rusunawa itu para penghuni bisa menyisihkan penghasilan dan bisa membeli rumah sendiri sampai periode tinggal selesai. Eko menjelaskan daftar tunggu rusunawa mencapai 41 keluarga.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran