URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mempertimbangkan untuk menambah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Rencanakan Tambah SMP Negeri di Ungaran Timur

Pemkab Semarang Rencanakan Tambah SMP Negeri di Ungaran Timur

Pemkab Semarang Rencanakan Tambah SMP Negeri di Ungaran Timur

featured-img

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mempertimbangkan untuk menambah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Rencana itu dinilai perlu sebab di wilayah tersebut hanya ada satu SMP yakni SMP Negeri 5 Ungaran, sementara populasi warga usia sekolah cukup tinggi.

Menurut penuturan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo, adanya SMP baru di wilayah tersebut merupakan hal yang sangat dibutuhkan dan sifatnya darurat.
Hal tersebut lantaran, lanjut Sukaton, populasi di Ungaran Timur meningkat sedangkan ketersediaan sekolah di sana hanya terbatas.

“Kasihan calon peserta didik, di Ungaran Timur hanya ada SMPN 5 Ungaran. Kalau mau menyekolahkan anaknya di SMPN 6 juga sangat tidak mungkin, terlalu jauh,” ujarnya di Ungaran, Jumat (5/8/2022).

Meski demikian, masih ada kendala terkait rencana tersebut yakni masalah lokasi dan lahan. Pihaknya harus melakukan kajian lebih dalam tentang pembangunan sekolahan baru.

“Masih belum ada lokasi yang harus dibebaskan. Saat ini masih pengamatan masyarakat di sekitar Kecamatan Ungaran Timur,” sambungnya.

Berdasarkan data, saat ini jumlah total SMP negeri di wilayah Kabupaten Semarang sebanyak 52 sekolah, sedangkan untuk SMP swasta berjumlah 48. Hal itu terlihat kontras jika dibandingkan dengan Sekolah Dasar (SD), di Kabupaten Semarang yang jumlahnya mencapai 501. Bahkan, sejumlah SD kekurangan peserta didik dan ada yang dilakukan regrouping. (win)

 

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved