KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Geger! Penemuan Jasad di Sungai Sriwijaya Semarang

Geger! Penemuan Jasad di Sungai Sriwijaya Semarang

Geger! Penemuan Jasad di Sungai Sriwijaya Semarang

Proses evakuasi penemuan jenazah di sungai Jalan Sriwijaya, Candisari atau tepatnya di depan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Jateng (Jateng), Kamis (11/8/2022).

SEMARANG – Warga digegerkan dengan penemuan jasad di sungai Jalan Sriwijaya, Candisari atau tepatnya di depan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Jateng (Jateng), Kamis (11/8/2022) sekira pukul 15.00 WIB.

Dalam pantauan, jenazah berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan dalam keadaan mengambang dengan posisi telungkup mengenakan baju garis besar warna hijau dan celana warna hitam.[irp posts=”41186″ name=”Jenazah Yang Ditemukan di Sungai Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari oleh Lawyer”]

Penemuan jenazah ini pertama kali diketahui oleh Dimas Prasetya Anugerah (15) warga Genuk Baru. Dirinya mengaku sebelum melihat korban, ia sedang mencari cacing di sepanjang bantaran sungai. Lalu tepatnya setelah Adzan Ashar ia kaget melihat orang yang mengapung.

“Tadi habis adzan saya lagi bersama teman-teman sedang cari cacing. Kaget, kiranya boneka dan tak lempar pakai batu dari atas, kok kelihatan kepalanya,” ujarnya di lokasi kejadian.

Menurutnya, pertama kali dirinya melihat kondisi korban dengan kepala dipenuhi. Adanya hal tersebut, selanjutnya Dimas kemudian melapor ke pihak keamanan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng untuk diteruskan ke pihak kepolisian.

“Lalu saya naik, terus saya melapor ke satpam. bilang itu ada orang di sungai,” terangnya.

Sementara itu, Petugas Keamanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Dwi Agus Fitrianto menerangkan mengetahui kejadian ini setelah ia menerima laporan dari anak kecil tengah mencari cacing di sungai.

“Anak kecil lagi cari cacing di bawah, terus melihat sosok mayat dikira boneka. Terus dia melapor ke saya, pak itu boneka apa mayat. Terus saya lihat ternyata mayat,” bebernya.

Adanya laporan tersebut, dirinya langsung melaporkan kejadian ke pimpinan hingga kepolisian guna dilakukan evakuasi. “Terus saya laporan pimpinan dan Polsek Candisari,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto membeberkan telah bertemu dengan pihak keluarga korban dan dimintai keterangan. Menurut keterangan sang anak, orangtuanya tersebut meninggalkan rumah pagi hari untuk olahraga.

“Kalau data sementara itu (korban) bernama Jojo, warga Wonotingal. Menurut keterangan anaknya, korban pagi hari keluar rumah setelah subuh, olahraga jalan-jalan. Biasanya pulang jam 08.00, tapi sampai siang belum ada pulang,” ucapnya.

Meski demikian, pihak keluarga juga telah mencari keberadaan korban. Namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya mendapat kabar tersebut setelah mengetahui postingan gambar kejadian ini dari media sosial. Ketika berada di lokasi, sang anak hanya mengenali ciri-ciri sepatu dari seseorang yang berada di lokasi kejadian.

“Si anak tahunya sore hari itu. Kemudian langsung datang ke lokasi kejadian. Dan ternyata benar, korban adalah orangtuanya,” jelasnya.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px