RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bangunan Puskesmas Sidorejo Lor Tidak Ramah Orang Tua dan Anak

Bangunan Puskesmas Sidorejo Lor Tidak Ramah Orang Tua dan Anak

Bangunan Puskesmas Sidorejo Lor Tidak Ramah Orang Tua dan Anak

Bangunan puskesmas Sidorejo Lor tidak ramah terhadap anak dan orang tua. Gedung layanan menanjak. Menyulitkan lansia dan yang menggendong balita.

Hal itu diungkapkan kepala Puskesmas Sidorejo Lor Nur Wahyuni usai menerima kunjungan Pj Wali kota Sinoeng N Rachmadi. Dia berharap pemkot bisa memberikan solusi untuk memudahkan akses pelayanan kepada masyarakat.

“Gedung lebih tinggi dari jalan raya. Kemudian pelayanan ada yang di lantai atas. Dengan anak tangga yang cukup banyak. Harapan kami, pelayanan bisa menjadi satu dan pasien tidak perlu naik turun untuk periksa,” papar Nur Wahyuni kepada wartawan.

Pj Wali kota Sinoeng N Rachmadi mengapresiasi kinerja puskesmas yang memberikan layanan maksimal. Dirinya pun merasakan harus naik tangga yang cukup banyak. Selain itu, tangga naik juga relatif sempit.

“Iya memang ruangan pelayanan naik turun. Semoga bisa dicarikan solusi agar memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Sinoeng. Ia menyebutkan jika puskesmas Sidorejo Lor memang mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Nur Wahyuni saat diwawancarai Rasika FM

Selain itu juga parkiran. Pengguna mobil, Harus memarkir di pinggir jalan raya. Sementara sepeda motor bisa naik ke atas halaman puskesmas.. Namun jika ada vaksinasi, maka lahan parkir akan ditutup. Maka kendaraan yang parkir didepan puskesmas atau jalan samping akan penuh dengan kendaraan.

Puskesmas Sidorejo Lor merupakan salah satu puskesmas dengan jangkauan terbanyak di Salatiga yakni enam kelurahan. Namun dari sisi kesibukan, sangat luar biasa karena semua sekolah mayoritas beradi wilayah Sidorejo. Kesibukan akan terasa saat kegiatan imunisasi atau vaksin anak sekolah.

BACA JUGA :

Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran