URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan pembangunan Tol Jogja–Bawen terus berjalan. Ruas Seksi VI dari Simpang Bawen hingga exit Pasar Hewan Ambarawa ditargetkan fungsional saat arus mudik Lebaran 2026. Target ini dikejar melalui percepatan pembebasan lahan, koordinasi lintas instansi, serta penanganan teknis tanpa kendala berarti.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tol Jogja–Bawen Seksi VI Ditargetkan Fungsional Saat Lebaran

Tol Jogja–Bawen Seksi VI Ditargetkan Fungsional Saat Lebaran

Tol Jogja–Bawen Seksi VI Ditargetkan Fungsional Saat Lebaran

Exit Tol di sekitar Pasar Hewan Ambarawa yang menjadi ujung ruas Tol Jogja-Bawen seksi VI ditargetkan bisa dibuka secara fungsional saat arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Foto: win
Exit Tol di sekitar Pasar Hewan Ambarawa yang menjadi ujung ruas Tol Jogja-Bawen seksi VI ditargetkan bisa dibuka secara fungsional saat arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan progres pembangunan Tol Jogja–Bawen terus berjalan sesuai rencana. Salah satu ruas yang ditunggu masyarakat, yakni Seksi VI ditargetkan sudah bisa digunakan secara fungsional pada arus mudik Lebaran mendatang.

Kesiapan infrastruktur, penyelesaian pembebasan lahan, hingga koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama agar target tersebut dapat tercapai. Pemkab Semarang menegaskan tidak ada kendala berarti yang menghambat percepatan pembangunan jalan tol strategis tersebut.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zainal Arifin, menyampaikan ruas Tol Jogja–Bawen Seksi VI ditargetkan bisa digunakan secara fungsional saat Lebaran. Ruas tersebut mencakup jalur dari Simpang Bawen hingga exit tol Pasar Hewan Ambarawa.

“Mudah-mudahan bisa on schedule sesuai rencana awal. InsyaAllah Lebaran bisa dipakai,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (6/2/2026).

Zainal menjelaskan, proses pembebasan tanah untuk Seksi VI saat ini sudah hampir selesai. Sementara itu, untuk Seksi V yang menghubungkan Pasar Hewan Ambarawa hingga Jambu, pembangunan fisik belum dimulai. Seksi V direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2027, dengan progres pembebasan lahan telah mencapai sekitar 85 persen. Menurutnya, pengajuan keuangan untuk Seksi V saat ini sudah diajukan ke Kementerian Keuangan. Namun, karena adanya pergantian tahun anggaran, penggunaan dana masih menunggu proses administrasi.

“Ada beberapa persoalan, seperti ketidaksepakatan harga dan sengketa waris, tapi itu permasalahan biasa dalam pembebasan lahan. Tidak ada konflik atau penggelapan,” jelasnya.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Zainal menegaskan hal tersebut tidak berpengaruh terhadap nilai appraisal yang harus dibayarkan kepada masyarakat. Efisiensi hanya berdampak pada aspek operasional, seperti pengurangan fasilitas rapat dan sewa kendaraan.

“Nilai appraisal untuk masyarakat tetap aman,” tegasnya.

Selain pembebasan lahan, Pemkab Semarang juga tengah mengomunikasikan proses pemindahan makam di wilayah Ambarawa dan Jambu yang terdampak proyek tol. Zainal menyebut, tanah makam tetap dinilai dan di-appraisal, kemudian nilainya digunakan untuk mencari lahan pengganti di sekitar lokasi makam. Proses pemindahan akan dilakukan melalui kerja sama antara Pemkab Semarang, PT Jasamarga Jogja–Bawen (JJB), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Bagi ahli waris yang bersedia dipindahkan ke lokasi makam baru di sekitar wilayah tersebut, pemindahan menjadi tanggung jawab pemerintah. Jika ada yang ingin memindahkan makam ke luar daerah karena sudah tidak ada keluarga, biaya operasionalnya juga akan kami fasilitasi,” kata Zainal.

Pendataan makam terdampak telah selesai dilakukan di empat lokasi, yakni Kelurahan Panjang Ambarawa, Jambu, dan Ngampin, dengan jumlah sekitar 3.500 makam. Hingga saat ini, belum ada penolakan dari ahli waris, mengingat sosialisasi resmi belum dilakukan.

“Kami baru melakukan pendataan, belum sampai ke tahap penyampaian keuangan karena anggaran khusus makam dari pusat juga belum turun,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga