URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekitar 25 hektare lahan padi di Tingkir Tengah, Salatiga, gagal panen akibat serangan hama tikus. Pemerintah kelurahan bersama ratusan petani, TNI-Polri dan relawan menggelar gopyokan di area persawahan, Kamis (12/2/2026). Langkah ini ditempuh setelah kerugian mencapai 80 persen, dengan pembasmian tikus memakai bom asap belerang dan penggalian sarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Petani di Tingkir Salatiga dan Relawan Berjibaku Berantas Tikus

Petani di Tingkir Salatiga dan Relawan Berjibaku Berantas Tikus

Petani di Tingkir Salatiga dan Relawan Berjibaku Berantas Tikus

Sekitar 25 hektare lahan padi di Tingkir Tengah, Salatiga, gagal panen akibat serangan hama tikus. Pemerintah kelurahan bersama ratusan petani, TNI-Polri dan relawan menggelar gopyokan di area persawahan, Kamis (12/2/2026). Langkah ini ditempuh setelah kerugian mencapai 80 persen, dengan pembasmian tikus memakai bom asap belerang dan penggalian sarang.
Foto dok IST
Petani di Tingkir saat gelar gopyokan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Lahan pertanian di wilayah Tingkir Tengah, Kota Salatiga, Jawa Tengah merana. Pasalnya hasil panen padi sekitar 25 hektare di tempat tersebut mengalami gagal panen. Hal tersebut membuat Pemerintah Kelurahan Tingkir Kidul menggelar Gopyokan tikus dengan melibatkan ratusan petani, TNI-Polri, dan juga relawan, Kamis (12/2/2026).

Lurah Tingkir Tengah, Titin Eka Novi menyebut, selama dua panen terakhir ini lahan persawahan di Tingkir Tengah mengalami gagal panen. Penurunan gagal panen sangat drastis, yakni mencapai 80 persen dan kerugian yang diderita petani mencapai ratusan juta rupiah.

“Ini sudah dua kali kita gagal panen, sekitar 25 hektare itu diserang hama tikus. Sehingga kita semaksimal mungkin melakukan penanganan dengan gopyokan seperti ini,” terang Titin, Kamis (12/2/2026).

Dijelaskan, metode yang dilakukan dalam gopyokan ini adalah m masukan semacam bom asap belerang di lubang-lubang tikus. Kemudian digali dengan cangkul dan jika tikusnya keluar langsung pukul oleh para petani. Hasilnya, ratusan tikus bisa dibasmi dalam waktu sekitar 2 jam.

“Di awal kita membagi sebanyak 11 kelompok untuk melakukan gopyokan. Hasilnya masing-masing kelompok mendapatkan sekitar 50 tikus,” jelas Titin.

Jika hama tikus masih menyerang, kata Titin, pihaknya akan berupaya melakukan pembasmian tikus dengan cara lain, yakni dengan memasang perangkap racun tikus. Dia berharap dengan upaya pengendalian yang telah dilakukan musim panen depan para petani berhasil panen lagi.

Sementara itu, salah seorang petani Nur Aziz mengaku, hama tikus yang menyerang pada dua musim panen padi ini sangat meresahkan. Sebab sebagian besar para petani mengalami gagal panen hingga tidak mendapatkan hasil sama sekali.

“Hama tikus kali ini memang parah sekali, sejak tahun 90’an. Panen sebelumnya di lahan 3000 meter persegi milik saya hanya panen satu sak karung padi. Ada juga yang tidak bisa panen sama sekali,” ungkap Nur Aziz.

Padahal sebelumnya padi miliknya sekali panen bisa mendapatkan puluhan sak karung atau jika ditebas oleh tengkulak sebesar Rp 7.000.000. Oleh karena adanya hama padi ini, kata Nur Aziz, petani melakukan pembasmian tikus dengan gopyokan.

“Sebelumnya juga sudah kita gunakan racun tapi tikus yang mati juga tidak banyak. Sehingga terpaksa ini pakai cara gopyokan,” kata Nur Aziz.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali