[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Pembangunan Jembatan Kaca Dilanjutkan, Hendi Minta Tepat Waktu

Pembangunan Jembatan Kaca Dilanjutkan, Hendi Minta Tepat Waktu

Pembangunan Jembatan Kaca Dilanjutkan, Hendi Minta Tepat Waktu

Setelah sempat tertunda, pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo yang diproyeksikan sebagai daya tarik baru ibu kota provinsi Jawa Tengah akhirnya kembali dilanjutkan. Terkait itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun berharap pembangunan salah satu jembatan kaca terpanjang di Indonesia itu pun dapat selesai tepat waktu sesuai kontrak pekerjaan. Untuk itu dirinya meminta untuk pelaksana pekerjaan bisa benar – benar bekerja sesuai target yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah hari ini pembangunan jembatan kaca di Tinjomoyo bisa dilanjutkan kembali dan progresnya juga positif. Saya harap bisa terus konsisten sehingga bisa selesai tepat waktu, dan segera menjadi daya tarik baru Kota Semarang,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut. “Saya juga meminta Dinas PU untuk terus memberi perhatian agar kemudian tidak ada kendala yang mengakibatkan pekerjaan tertunda lagi,” tegasnyam, Kamis (25/8).

Sementara itu, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suriyaty, mengungkapkan jika terdapat beberapa perubahan perencanaan konstruksi pembangunan jembatan dari rencana sebelumnya di tahun 2022 ini. Hal itu diungkapkannya agar jembatan lebih kokoh, dimana sebelumnya, perencanaan dasar jembatan menggunakan metode sumuran, sedangkan dama pengerjaannya di tahun ini secara penuh menggunakan metode cor siklop.

Adapun terkait belum terlihatnya kondisi fisik yang signifikan di lokasi pembangunan, Suriyaty menjelaskan jika hal itu disebabkan karena 50% pekerjaan dilakukan di pabrik. Sedangkan untuk pekerjaan fisik yang dianggap krusial ditegaskannya telah berhasil dikerjakan dengan progres keseluruhan sekitar 15%. Sehingga Kepala Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang tersebut meyakinkan jika pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala.

“Project jembatan kaca ini 50% nya merupakan barang pabrik. Jadi di saat ini untuk progres fisik sebesar 15% sudah sangat signifikan,” tegas wanita yang akrab disapa Aty tersebut. “Sehingga saya optimis Insya Allah pembangunan jembatan ini bisa berhasil selesai tepat waktu sesuai harapan Bapak Walikota Semarang. Dan untuk target selesainya sendiri pada tanggal 28 Desember tahun 2022,” jelasnya.

Di sisi lain, dirinya menuturkan jika sarana prasarana pendukung Jembatan Kaca Tinjomoyo seperti lahan parkir akan dibahas selanjutnya setelah pekerjaan utama selesai dikerjakan. Pasalnya, pada tahun 2022 ini Pemerintah Kota Semarang masih berfokus dalam merampungkan konstruksi jembatan agar tidak tertunda lagi dalam pekerjaannya. “Pastinya nanti setelah jembatannya selesai pada 28 Desember 2022, sarana prasarana pendukung, seperti lahan parkirnya seperti apa, akan dibahas oleh Pemerintah Kota Semarang,” terang Aty.

Seperti yang diketahui, Jembatan Kaca Tinjomoyo merupakan salah satu objek wisata baru yang telah diwacanakan pembangunannya sejak beberapa tahun kebelakang, oleh Pemerintah Kota Semarang. Namun dalam prosesnya, pembangunan jembatan kaca dengan panjang lebih dari 60 meter tersebut urung dianggarkan karena terjadi pandemi Covid-19. Pada saat itu Pemerintah Kota Semarang memilih lebih memfokuskan anggaran guna penanganan pandemi Covid-19.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px