KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dalam Rangka HUT Lantas, Siswa SDN Sugihan 3 Tengaran Kunjungi Satlantas Polres Salatiga

Dalam Rangka HUT Lantas, Siswa SDN Sugihan 3 Tengaran Kunjungi Satlantas Polres Salatiga

Dalam Rangka HUT Lantas, Siswa SDN Sugihan 3 Tengaran Kunjungi Satlantas Polres Salatiga

Sedikitnya 25 siswa SDN Sugihan 3 dan 10 anak TK PGRI Sugihan Kabupaten Semarang, belajar cara berkendara dengan baik dan benar di Satlantas Polres Salatiga.

Para siswa dari TK, SD kelas 2 sampai 6 itu terlihat senang dan sangat antusias saat anggota polisi menjelaskan cara berkendara dengan benar.

Kepada wartawan Kepala SDN Sugihan 3, Septina Ika Kadarsih mengatakan bahwa metode belajar luar ruangan seperti ini juga penting bagi siswanya.

“Belajar tidak hanya di dalam ruang kelas saja, namun belajar di luar ruangan juga penting, para siswa juga terlihat antusias dalam pembelajaran seperti ini,” kata Ika kepada wartawan Sabtu (17/9/2022).

Pihaknya memilih Satlantas Polres Salatiga karena Satlantas merupakan salah satu pelayanan publik sehingga para siswa dapat belajar cara-cara berkendara dengan baik dan benar.

“Jadi kami mengenalkan kepada siswa tentang pelayanan publik terutama di Kota Salatiga, apalagi wilayah Kota Salatiga berdekatan langsung dengan lokasi sekolah siswa-siswi kami,” jelasnya.

Ika menambahkan selain belajar lalin di Satlantas Salatiga juga mempunyai Beteng yang indah, penuh dengan sejarah.

Menurut Ika penanaman tertib berlalu lintas dilakukan sejak dini sangatlah penting.

“Karena siswa SD merupakan dasar dimana mereka berfikir secara benar, jadi kalau sejak dini sudah tahu aturan yang benar berlalu lintas maka sampai dewasa mereka akan tetap berlalu lintas dengan benar,” ujarnya.

Ipda Agus Saryanto Kanit Binkamtibmas saat menerima kunjungan siswa

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Salatiga, Ipda Muhammad Agus Yatin menambahkan bahwa pihaknya mengenalkan kepada para siswa tentang keselamatan berkendara sejak dini.

“Jadi siswa SD kami kenalkan bagaimana untuk membuat SIM, teori juga dan praktik berkendara dengan benar agar selamat,” kata Ipda Agus.

Dirinya berharap dengan dilakukannya pendidikan keselamatan berkendara sejak dini dapat mengurangi angka kecelakaan.

“Kami kenalkan yang utama yakni pemakaian helm, tertib berlalu lintas,” ungkapnya.
Pihaknya juga selalu melakukan sosialisasi ke setiap sekolah.

“Kami sosialisasi ke sekolah dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi,” ucapnya.

Pantauan Wartawan selain mengunjunggi Satlantas siswa juga ke Polres Salatiga, dimana siswa dikenalkan dengan lingkungan Polres, saat berkeliling Polres para siswa dipandu oleh Ipda Agus Saryanto, Kanit Binkamtibmas.

– KS SD Sugihan 3 Septina Ika Kadarsih saat diwawancarai media
– Kanit Kamsel Ipda Agus Yatin saat diwawancarai media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]