URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Istri Iwan yang bernama Theresia Onee Anggarawati mengatakan, saat didatangi oleh anggota TNI tersebut, dirinya mempertanyakan keberadaan prajurit TNI lainnya di lokasi kejadian ketika Iwan dibunuh.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Keluarga Pertanyakan Keberadaan Anggota TNI di Sekitar Lokasi Saat Iwan Dibunuh

Keluarga Pertanyakan Keberadaan Anggota TNI di Sekitar Lokasi Saat Iwan Dibunuh

Keluarga Pertanyakan Keberadaan Anggota TNI di Sekitar Lokasi Saat Iwan Dibunuh

featured-img

SEMARANG – Keluarga melakukan misa 40 hari kematian Iwan Boedi Prasetijo Paulus di Gereja Santa Maria Fatima, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Jumat (14/10/2022) malam.

Sebelum melakukan kegiatan berdoa beraama ini, keluarga Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang tersebut didatangi oleh perwakilan anggota dari Pomdam IV/Diponegoro di rumahnya yang berada di Jalan Pudaksari II, Pudak Payung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Istri Iwan yang bernama Theresia Onee Anggarawati mengatakan, saat didatangi oleh anggota TNI tersebut, dirinya mempertanyakan keberadaan prajurit TNI lainnya di lokasi kejadian ketika Iwan dibunuh.[irp posts=”43874″ name=”Beda Keterangan Saksi Saat Diperiksa oleh Pomdam IV/Diponegoro dan Kepolisian”]

Persoalan yang ia sampaikan yaitu apakah memang ada kantor atau markas TNI yang menuju ke arah lokasi Iwan Boedi ditemukan meninggal di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang.

“Itu saya tanya sampai yang tiga anggota bapak itu bisa ke lokasi kejadian?, ya alesannya itu mungkin apakah memang ada kantor disana? itu saya pertanyakan dan ktu alesannya kantornya disana deket dengan lokasi,” ujar Onee usai melakukan misa kepada wartawan.

Disisi lain, Onee menjelaskan tujuan anggota TNI datang ke rumahnya untuk menceritakan kronologi hilangnya Iwan pada 24 Agustus 2022 lalu. “Mulai nggak pulang kapan, seperti awal lagi lah dari tanggal 24 (Agustus) terus CCTV, benar nggak itu papah,” jelas dia.

Kepada anggota Pomdam, Onee juga menceritakan tentang kabar Iwan yang rencananya akan mendapat promosi kenaikan jabatan. Namun, hal itu tidak pernah terjadi karena Iwan meninggal dunia.

“Kenyatannya memang ada promosi sih tapi kan mengenai jadi enggaknya gimana, bapaknya kan sudah hilang toh, ada sih ditanyakan juga. Saya nggak tahu mau ditempatkan di mana juga,” ungkap dia.

Saat itu, anggota Pomdam yang datang juga berjanji akan memproses hukum bila memang terbukti anggota TNI terlibat dalam pembunuhan Iwan.

“Dia juga bilang kalau terlibat yah akan kita tindak. Makanya dia tetap mau tanya ke keluarga. Apa bapak ada musuh, ada temen TNI nggak. Saya juga kurang jelas sih (punya teman TNI atau tidak) nggak tahu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Danpomdam IV/Diponegoro, Kolonel Cpm Rinoso Budi menjelaskan, hasil rekaman CCTV yang pihaknya peroleh diduga tersangka yang merupakan anggota TNI AD berinisal AG itu melintas di Tower Marina yang berdekatan dengan lokasi pada 24 Agustus 2022 pukul 7.12 WIB. Kemudian diduga korban melintas di Tower Marina di hari yang sama pukul 7.24 WIB dengan selisih kurang lebih 13 menit.

“Kemudian info berikutnya dari Polretabes ada keterangan saksi 2 orang yakni AG PORTAL dan saudara HRD. Ini yang bersangkutan juga tadinya tersangka karena ada penangkapan dari Polrestabes,” ujar Kolonel Rinoso di Mapomdam IV/Diponegoro, Kamis (13/10/2022).

“Kemudian saat kita panggil status mereka sebagai saksi dua orang ini yang mengetahui yaitu sodara AG PORTAL dan HRD. Dari informasi Polretabes itu kami melakukan tindakan penyidikan Pomdam IV/Diponegoro,” jelasnya.

Menurut Kolonel Rinoso, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Pomdam IV/Diponegoro, AG PORTAL yang bekerja sebagai satpam di dekat lokasi kejadian ini mengaku tidak mengenal dan melihat ada dua anggota TNI AD di Kawasan Marina pada tanggal 24 Agustus 2022. Namun, lanjut Rinoso, sebelumnya AG PORTAL mengaku melihat anggota TNI ketika diperiksa oleh kepolisin.

“Setelah kita periksa yang bersangkutan (AG PORTAL) tidak mengenal dan tidak melihat dua oknum anggota TNI AD. Ini memang berbeda hasil yang diperoleh pemeriksaan Polrestabes dengan Pomdam. Saat diperiksa sebagai tersangka di Polrestabes, yang bersangkutan malah mengaku ketika dilihatin foto ya itu yang saya kenal itu itu anggota TNI AD,” bebernya

“Tapi saat kita panggil karena sudah dibebaskan kita minta izin ke porlrestabes bokeh ngga? Karena sudah dibebaskan kita panggil dia hasilnya berbeda bahwa saudara AG PORTAL tidak mengenal dan tidak melihat dua oknum anggota TNI di lokasi,” tambahnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan