URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar bantuan musibah alam ini segera diturunkan. Hal itu agar meringankan beban warga yang terkena musibah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Banjir Terjang Perumahan Wahyu Utomo Semarang, Warga Minta Bantuan Turun Cepat

Banjir Terjang Perumahan Wahyu Utomo Semarang, Warga Minta Bantuan Turun Cepat

Banjir Terjang Perumahan Wahyu Utomo Semarang, Warga Minta Bantuan Turun Cepat

featured-img

SEMARANG – Banjir bandang membuat sejumlah Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 6 Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terendam banjir lumpur.

Ada enam RT yang kini aktivitasnya terganggu karena adanya genangan lumpur. Beberapa RT tersebut yakni RT 1, 2, 3, 4, 7, 9.[irp posts=”44960″ name=”Diterjang Banjir Bandang, 6 RT di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Kini Terendam Lumpur”]

Warga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar bantuan musibah alam ini segera diturunkan. Hal itu agar meringankan beban warga yang terkena musibah.

Ketua RT 7, Harnowo mengatakan, kini bantuan yang dibutuhkan warga adalah makanan, tempat pengungsian dan pakaian. Dirinya menyebut saluran air bersih di wilayahnya juga tidak berfungsi.

“Yang penting itu makanan meskipun warga bikin dapur umum sendiri. Pakaian dan tempat untuk mengungsi bagi warga yang rumahnya terdampak parah akibat banjir,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senim (7/11/2022).

Dirinya mengatakan, ini adalah ketiga kalinya kejadian banjir di wilayah tersebut. Menurutnya, kejadian ini adalah peristiwa paling parah yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

“Ini ketiga kali tahun 2022 ini. Pertama tahun 2013, kedua 2018 dan yang terakhir ini tahun 2022. Ini yang paling parah dari kejadian sebelumnya,” tuturnya.

Selain memporak-porandakan isi rumah warga, banjir juga membuat alat transportasi seperti motor dan mobil milik warga hanyut terbawa derasnya arus banjir.

Sementara itu, Ketua RW 6, Agus Haryono mengatakan, kejadian ini diakibatkan karena jebolnya tanggul Sungai Sihingas. “Itu kelihatannya banjir karena ada air bah dari atas itu. Karena bah ini akhirnya yang di RT 2 ini tembok penghalangnya sebagaian ada yang jebol,” paparnya.

Dirinya menjelaskan, tanggul jebol terjadi sekitar pukul 18.00 WIB pada Minggu (6/11/2022) sore. Meski banjir mulai surut setelah 15 menit, ia menyebut bahwa ada beberapa titik yang mencapai ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter.

“Tingginya itu, Pos RT 2 temboknya rata (sekitar 1,5 meter). Kalau di RT 9 sampai atap, paling tinggi RT 9,” terangnya.

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved