URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Tengah menyebut terorisme masih berpotensi menjadi ancaman ketika Natal 2022 dan perayaan malam pergantian tahun baru 2023 (Nataru) di Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terorisme Masih Berpotensi Jadi Ancaman Saat Nataru, BIN Jateng Lakukan Pengawasan dan Pengamanan

Terorisme Masih Berpotensi Jadi Ancaman Saat Nataru, BIN Jateng Lakukan Pengawasan dan Pengamanan

Terorisme Masih Berpotensi Jadi Ancaman Saat Nataru, BIN Jateng Lakukan Pengawasan dan Pengamanan

featured-img

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Tengah menyebut terorisme masih berpotensi menjadi ancaman ketika Natal 2022 dan perayaan malam pergantian tahun baru 2023 (Nataru) di Jawa Tengah.

Untuk itu, saat Nataru tiba BIN Jateng pastinya akan turun langsung melakukan pengawasan dan pengamanan di objek-objek vital seperti tempat ibadah terutama gereja.

Kepala BIN Daerah Jateng, Brigjen TNI Andi Sulaiman meminta semua pihak untuk turun tangan dalam memberantas paham radikalisme. Dirinya juga meminta kepada masyrakat manakala menemukan kegiatan yang mencurigakan yang tidak sesuai dengan Pancasila untuk melaporkan ke pihak terkait.

“Personel yang diturunkan (di lapangan untuk pengamanan) tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jateng, maka perlu kerjasama semua pihak,” ujar Brigjen Andi di Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (20/12/2022).

Kegiatan pengawasan dan pengamanan terhadap seluruh objek vital maupun tempat ibadah pastinya perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Selain kelompok teroris, Andi menyebut aksi kelompok intoleran juga perlu diwaspadai bisa mengganggu kenyamanan peringatan dan perayaan Nataru ini.

“Kelompok intoleran banyak menggunakan medsos, melakukan provokasi-provokasi. Mereka kecil kemungkinan menggunakan kegiatan lapangan. Maka kita harus cerdas bermedsos,” bebernya.

Tak kalah penting, momentum Nataru membuat permintaan bahan pokok meningkat. Hal ini karena rawan dimanfaatkan untuk melakukan penimbunan yang dapat menimbulkan kelangkaan dan membuat harga bahan pangan naik.

Disisi lain, Andi kejadian bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung adalah bukti nyata masih adanya ancaman teror. Rata-rata pelaku adalah mantan narapidana teroris (napiter).

“Ini mengindikasikan masih aktifnya pergerakan jaringan teror di wilayah Solo Raya, rata-rata (mereka) mantan napiter,” paparnya.

Dari data dari BIN yang dipaparkan, sampai 18 Desember 2022 di wilayah Jawa Tengah terdapat 248 mantan napiter dengan rincian 244 laki-laki dan 4 perempuan. Dari data tersebut, 79 mantan napiter di antaranya masih memiliki pemahaman radikal yang tinggi.

Selain itu, di Jawa Tengah juga masih terdapat 49 orang deportan dan 6 foreign terrorist fighters (FTF). Apalagi menjelang Nataru mantan napiter di Jateng pada umumnya telah memiliki agenda internal baik dalam bentuk konsolidasi maupun kajian rutin.

Sementara Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Abioso Seno Aji juga mengakui terorisme masih jadi ancaman perayaan Nataru di Jawa Tengah. “Karena kapan waktunya, sasarannya, acak. Kita sudah ikuti ke mana larinya mereka, kadang juga terputus,” kata Abi.

Abi menerangkan, pada momen Nataru ini pihaknya menggelar Operasi Lilin Candi. Digelar selama 11 hari, mulai 22 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023. Personel Polri yang diturunkan 18.145 orang dan jumlah ini nantinya masih akan bertambah dari TNI dan instansi terkait.

“Nataru ini lokasi dan waktunya sama, tempatnya mungkin yang bertambah (perayaan). Tetapi dinamikanya belum tentu sama,” katanya.

Dia menyebut berbagai objek vital jadi prioritas pengamanan, di antaranya Bandara, Pelabuhan, Terminal hingga gereja-geraja di Jawa Tengah. Sebelum perayaan Natal pastinya akan dilakukan sterilisasi oleh kepolisian.

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga