[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satu rumah di Perum P4A Blok H-11 Rt.09/11 Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang tertimpa longsor. Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rumah di Banyumanik Tertimpa Longsor, Satu Orang Meninggal Dunia

Rumah di Banyumanik Tertimpa Longsor, Satu Orang Meninggal Dunia

Rumah di Banyumanik Tertimpa Longsor, Satu Orang Meninggal Dunia

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Satu rumah di Perum P4A Blok H-11 Rt.09/11 Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang tertimpa longsor. Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, korban yang dinyatakan meninggal akibat tertimbun longsor dan material rumah bernama Agustinus Agung Ari Wibowo. Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah sakit Banyumanik menggunakan ambulan PMI untuk proses selanjutnya.

“Yang meninggal dunia adalah pemilik rumah disebabkan karena tertimpa material longsor berupa tembok rumah dan tanah yang berada di kamar belakang milik korban,” ujar Irwan seperti keterangan yang diterima, Sabtu (7/1/2023).

Irwan menjelaskan, kejadian ini terjadi bermula pada Jumat (6/1/2023) terjadi hujan lebat di wilayah Banyumanik Kota Seamrang. Kemudian salah satu tetangga korban melihat suara gemuruh di luar rumahnya.

Kemudian saat memeriksa asal suara itu, saksi tersebut melihat tebing dibelakang rumah setinggi kurang lebih 25 meter dan lebar kurang lebih 10 meter longsor dan menimpa rumah korban. Melihat kejadian itu kemudian saksi meminta bantuan warga untuk mengecek tebing longsor tersebut.

“Para warga melaporkan ke kelolisian dan dibantu oleh masyarakat sekitar Perumahan melaksanakan evakuasi. Warga yang berada di Blok H Perum P4 A dievakuasi untuk menghindari longsor susulan yang lebih besar dan dilaksanakan juga pembersihan material tanah yang menimpa rumah korban,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

[podcast_widget limit="1" show_load_more="5"]

POPULER

Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px