KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Lokasi di Salatiga, Seluruh Pekerja Tempat Cuci Mobil ini Tuna Rungu Wicara

Lokasi di Salatiga, Seluruh Pekerja Tempat Cuci Mobil ini Tuna Rungu Wicara

Lokasi di Salatiga, Seluruh Pekerja Tempat Cuci Mobil ini Tuna Rungu Wicara

Salam Motor Car Wash di Kota Salatiga memiliki para pegawai tuna rungu wicara yang handal dalam mencuci mobil. Meskipun tidak dapat berbicara, mereka menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Pemilik tempat cucian mobil tersebut, Franky Sadewo Priyanggono, menyatakan bahwa para pegawainya sangat bersemangat dan cakap dalam bekerja. Meskipun terdapat keterbatasan komunikasi, mereka tetap ramah terhadap konsumen
Foto dok IST
Para pekerja di Salam Motor Car Wash yang berada di Jalan Nakula Sadewa Kembangarum Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga ini tuna rungu wicara.

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Sebuah mobil masuk ke tempat cucian mobil dan diarahkan oleh pegawai ke tempat penyemprotan. Pegawai tersebut tak berkata-kata hanya memberi aba-aba.

Dua pegawai lalu beranjak dari tempat duduk dan langsung mengambil seperangkat alat cuci mobil. Dengan cekatan, mobil yang kotor tersebut dibersihkan.

Tak lebih dari satu jam, mobil yang semula kotor tersebut telah menjadi kinclong. Bagian-bagian yang kotor telah menjadi bersih, luar dalam mobil menjadi bersih. Para pencuci tersebut hanya fokus dengan mobil, tak ada suara yang keluar.

Ternyata, para pencuci mobil tersebut bisu tuli. Saat berkomunikasi, menggunakan bahasa isyarat.

Para pekerja di Salam Motor Car Wash yang berada di Jalan Nakula Sadewa Kembangarum Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tersebut semuanya tuna rungu wicara. “Setiap hari ada lima orang yang bekerja disini, tapi kalau hari libur, bisa bertambah pekerjanya. Mereka mengajak teman-temannya,” kata Franky Sadewo Priyanggono, pemilik Salam Motor Car Wash.

Franky mengatakan dia membuka usaha cuci mobil sejak 2012. Saat itu, semua pekerjanya tidak ada yang tuna rungu. “Kemudian ada satu orang pekerja yang tuna rungu wicara. Lalu dua tahun lalu saat saya butuh tambahan pegawai, yang tuna rungu tersebut mengajak temannya,” ujarnya.

“Sejak itu kalau saya butuh pegawai, mereka mengajak temannya juga. Sehingga sejak saat itu semua pegawai saya tuna rungu wicara,” kata Franky.

Franky mengakui sempat ada misskomunikasi dengan para pegawai. Tapi seiring waktu, dia mulai memahami bahasa mereka. “Mau tidak mau ya harus belajar, sekarang saya bisa mengerti,” ungkapnya.

Dia juga meminta pegawainya untuk tetap ramah kepada konsumen meski mengalami keterbatasan dalam komunikasi. “Banyak juga konsumen yang kaget, tapi akhirnya bisa memahami. Kalau ada permintaan khusus juga disampaikan, pekerja bisa mengerti,” kata Franky.

Menurut Franky, dirinya menerapkan manajemen terbuka dalam mengelola tempat cuci mobilnya. “Saya tidak setiap waktu standby disini, jadi mereka sendiri yang mencatat mobil atau motor yang masuk. Sistem bayaran diberikan per minggu dengan sistem persenan, mobil antara Rp 45.000 hingga Rp 60.000 sementara motor Rp 15.000 hingga Rp 25.000,” paparnya.

Franky menilai secara kinerja pegawainya yang tuna rungu wicara sangat bagus. “Mereka semangat bekerja sangat tinggi. Tidak ada konsumen yang komplain karena memang hasil kerjanya bersih,” ucapnya.

Menurutnya, dia memberi ruang kepada pegawai yang tuna rungu wicara semata untuk membantu mencari nafkah. “Kalau kemudian mereka mendapat pekerjaan yang lebih baik, tentu saya dukung. Mantan pegawai disini ada juga yang menjadi security di pabrik, dan sampai saat ini masih sering main ke cucian ini,” kata Franky.

Seorang konsumen cuci mobil di Salam Motor Car Wash, Dwi Handayanu mengaku sudah menjadi langganan dua tahun terakhir ini. “Hasil cuciannya bersih, selain itu juga terhitung cepat sehingga disini banyak yang antre,” ujarnya.

Kabar Terkini

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang