URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peristiwa tawuran menghebohkan melibatkan dua kelompok remaja di media sosial. Kejadian ini terjadi di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Kabupaten Semarang, tepatnya di sebelah Karoseri Laksana pada Rabu (21/6/2023) petang. Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein, dua kelompok remaja yang terlibat dalam tawuran tersebut adalah alumni dari sebuah SMK swasta di Kabupaten Semarang dan SMK negeri di Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berawal Saling Tantang di Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Ungaran, Satu Orang Luka Disabet Celurit

Berawal Saling Tantang di Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Ungaran, Satu Orang Luka Disabet Celurit

Berawal Saling Tantang di Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Ungaran, Satu Orang Luka Disabet Celurit

Dua kelompok pemuda terlibat tawuran menggunakan celurit di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Ungaran Timur, Rabu (21/6/2023) petang.

(Foto/ tangkapan layar video warga)

Dua kelompok pemuda terlibat tawuran menggunakan celurit di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Ungaran Timur, Rabu (21/6/2023) petang.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Peristiwa tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja viral di media sosial beberapa waktu lalu. Diketahui peristiwa itu terjadi di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Kabupaten Semarang, tepatnya di samping Karoseri Laksana pada Rabu (21/6/2023) petang.

Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein, dua kelompok remaja yang terlibat tawuran merupakan alumni dari sebuah SMK swasta di Kabupaten Semarang dan SMK negeri di Kota Semarang. Dalam peristiwa tersebut, 1 orang yakni RS (19) warga Bawen mengalami luka pada bagian tubuh diduga akibat disabet senjata tajam jenis celurit.

“Alhamdulillah untuk pelaku AY (18) warga Tembalang, Kota Semarang berhasil kami amankan,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan, Senin (26/6/2023).

Terkait kronologi kejadian, Hussein menjelaskan tawuran tersebut berawal dari saling tantang di akun media sosial. Kelompok pelaku dan korban sepakat menentukan lokasi untuk melakukan tawuran.

“Setelah disepakati, kedua kelompok bertemu di lokasi dan tawuran seperti yang tersebar di medsos,” terangnya.

Hussein menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap para saksi, baik di lokasi kejadian maupun dari rekan korban dan pelaku untuk memastikan apakah ada pelaku lain.

Sementara dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebilah celurit yang diduga untuk melukai korban, jaket, sepatu dan tas yang digunakan pelaku saat tawuran.

“Kepada pelaku akan kami sangkakan pasal 170 KUHP tentang tindak kekerasan di muka umum, serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penggunaan senjata tajam,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi mengungkap penggagalan peredaran narkotika bermodus pengiriman melalui jasa ekspedisi di Kota Salatiga. Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai, petugas menyita hampir 6 kilogram ganja serta 2,83 gram sabu, sekaligus menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Polisi Salatiga Amankan 6 Kilogram Ganja Kering dan Paket Sabu Siap Edar
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026