URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tujuh pelajar ditangkap warga saat merencanakan tawuran di kawasan hutan karet Sarirejo, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Para pelajar yang berasal dari SMK Negeri 1 Tuntang dan SMK Negeri 1 Pringapus ini berkumpul pada Selasa (14/1/2025) malam setelah menerima tantangan melalui Instagram.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gagal Tawuran di Hutan Karet, 7 Pelajar Ditangkap

Gagal Tawuran di Hutan Karet, 7 Pelajar Ditangkap

Gagal Tawuran di Hutan Karet, 7 Pelajar Ditangkap

Foto: Dok./IST
Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Tujuh orang pelajar ditangkap warga saat mereka merencanakan tawuran di kawasan hutan karet Sarirejo, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian, para pelajar tersebut sempat dipukul oleh warga yang geram dengan tindakan mereka.

Rencana tawuran ini berawal dari tantangan yang diterima oleh pelajar SMK Negeri 1 Tuntang melalui akun Instagram. Tantangan tersebut kemudian diteruskan ke siswa SMK Negeri 1 Pringapus. Kesepakatan untuk melaksanakan tawuran di area hutan karet Sarirejo dibuat untuk Selasa (14/1/2025) malam.

Namun, saat para pelajar berkumpul, warga yang curiga dengan aktivitas mereka segera bertindak. Warga mengejar dan menangkap pelajar-pelajar tersebut, kemudian mengumpulkan mereka di Balai RW Sarirejo. Anggota Polsek Sidorejo yang tiba di lokasi langsung mengamankan para pelajar yang tertangkap dan membawanya ke Mapolsek Sidorejo.

Salah satu pelajar yang ditangkap, RS (16), mengaku bahwa mereka datang ke hutan karet Sarirejo karena adanya tantangan tawuran. “Namun saat menunggu itu, ditangkap sama warga,” ungkapnya. Kapolsek Sidorejo, AKP Sugiyarta, menyatakan bahwa dalam peristiwa ini terdapat beberapa barang bukti yang berhasil diamankan, termasuk tiga sepeda motor, satu sarung terikat berisi batu, ikat pinggang bergesper besi, dan tali lasso berujung besi.

“Kasus ini sedang dalam penyelidikan, apalagi melibatkan pelajar dari luar kota,” ujarnya. Sugiyarta juga menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di area hutan karet yang dikenal sepi, untuk menjamin keamanan masyarakat yang melintas. “Untuk orangtua, kami minta juga meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan biarkan sampai larut malam dan terjerumus pergaulan negatif,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara