URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pandangan PWNU Jateng mengenai peran penting Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo dalam merawat situasi aman dan kondusif di Jawa Tengah menjadi sorotan utama selama mmenjabat dua periode.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PWNU Jateng Catat Capaian Ganjar dalam Menjaga Kondusifitas Wilayah

PWNU Jateng Catat Capaian Ganjar dalam Menjaga Kondusifitas Wilayah

PWNU Jateng Catat Capaian Ganjar dalam Menjaga Kondusifitas Wilayah

featured-img

Semarang – Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo,  dikenal sebagai seorang pemimpin yang memiliki keterampilan komunikasi yang sangat baik. Bukti nyata dari kepemimpinannya selama dua periode adalah situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang selalu terjaga dengan baik di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Muzammil, setelah menerima kunjungan Ganjar Pranowo di Kantor PWNU Jateng, Semarang, pada Senin (7/8/2023).

“Saya ingin memberi tahu bahwa bulan depan saya akan mengakhiri masa jabatan saya, Pak Kiai. Jadi, kunjungan ini sekaligus sebagai pamitan dari saya. Sebelumnya, saya sudah mulai melakukan pertemuan dengan masyarakat di Pati,” ungkap Ganjar.

Selama sepuluh tahun kepemimpinannya, Ganjar menyampaikan bahwa PWNU Jateng, khususnya para kiai, telah memberikan banyak masukan, dukungan, dan kerja sama yang berharga bagi pembangunan Jawa Tengah.

Selama pertemuan tersebut, Ganjar juga diberikan kenang-kenangan berupa pupuk organik yang telah dikembangkan oleh PWNU Jateng. KH Muzammil menjelaskan bahwa pupuk organik ini adalah salah satu contoh kontribusi NU dalam mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Meskipun belum dalam tahap komersialisasi, namun sudah dalam persiapan. Ini adalah salah satu cara kami di NU untuk mendukung program pemerintah,” tutur Muzammil kepada Ganjar.

Muzammil menambahkan bahwa Ganjar adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan berbagai organisasi keagamaan. Dalam dua periode kepemimpinannya, Jawa Tengah tetap terjaga kestabilannya.

“Sebagai orang Jawa, kita menghargai nilai-nilai musyawarah dan Muzakarah, dan ini adalah pendekatan yang selalu diterapkan oleh beliau. Hasilnya, Jawa Tengah tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Setelah berpamitan, Ganjar melanjutkan perjalanannya ke kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Di sana, ia disambut oleh Ketua PWM H Tafsir, serta Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jateng, Aisyiyah Eny Winaryati.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan