URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Tahun Numpang Listrik ke Tetangga, Aminah Senang Kini Punya Jaringan Listrik Sendiri

Dua Tahun Numpang Listrik ke Tetangga, Aminah Senang Kini Punya Jaringan Listrik Sendiri

Dua Tahun Numpang Listrik ke Tetangga, Aminah Senang Kini Punya Jaringan Listrik Sendiri

PT PLN UID Jateng dan DIY UP3 Salatiga menyerahkan bantuan listrik gratis secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat di The Wujil Resort and Convention, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (29/8/2023).

(Foto/win)

PT PLN UID Jateng dan DIY UP3 Salatiga menyerahkan bantuan listrik gratis secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat di The Wujil Resort and Convention, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (29/8/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Aminah, warga Dusun Pancuran, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang kini bisa tersenyum lega. Ia akhirnya bisa merasakan manfaat instalasi listrik di rumah sendiri tanpa bergantung kepada tetangganya.

Sebelumnya, ia terpaksa harus ‘menumpang’ ke tetangganya untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di rumahnya. Ia belum memiliki jaringan listrik mandiri karena keterbatasan biaya saat hendak memasang jaringan baru.

“Sudah dua tahun ‘numpang’ ke tetangga, bikin saluran sendiri pakai kabel,” kata Aminah ditemui usai penyerahan bantuan listrik gratis oleh PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng dan DIY Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga di The Wujil Resort and Convention, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (29/8/2023).

Selama ‘menumpang’ itu, Aminah mengaku tidak nyaman karena merasa merepotkan tetangganya. Meski demikian, ia tetap membayar iuran sebagai bentuk tanggungjawab karena ikut menikmati fasilitas jaringan listrik milik tetangganya itu.

“Kadang bayar Rp30 ribu, kadang Rp50 ribu setiap bulan. Mau masang (jaringan) sendiri, nggak punya uang,” ujarnya.

Namun setelah mendapatkan bantuan pemasangan jaringan listrik baru ini, ia bersama anggota keluarganya yang lain tak perlu repot lagi harus ‘menumpang’ ke tetangganya. Ia bisa menikmati fasilitas itu tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Alhamdulillah kemarin tanggal 21 Agustus 2023 rumah kami sudah terpasang jaringan baru. Terima kasih PLN, kami bisa menikmati fasilitas ini dan semoga bisa kami gunakan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sementara Manajer Unit Pelaksana UP3 Salatiga PT PLN UID Jateng dan DIY Nurhidayanto Nugroho menyampaikan pemberian bantuan listrik gratis itu selain dalam rangka HUT ke-78 Kemerdekaan RI, juga merupakan bagian dari program Light Up the PT PLN.

“Jadi pegawai PT PLN memiliki inisiatif mulia mewujudkan mimpi masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan listrik secara gratis,” bebernya.

Bantuan penyambungan listrik tanpa biaya tersebut, lanjut Nurhidayanto, berasal donasi pegawai PLN yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mewujudkan cita-cita mendapatkan listrik.

“ Insya Allah kegiatan ini akan terus berlanjut dan harapan kami program ini membawa berkah untuk kita semua,” paparnya.

Nugroho merinci, selama kurun waktu Januari-Agustus 2023 ini pihaknya telah menyalurkan bantuan listrik gratis kepada 60 keluarga penerima manfaat. Jumlah itu tersebar di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Salatiga Kota, Ambarawa, dan Ungaran.

“Besaran dayanya masing-masing 450 VA. Ini juga merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai Akhlak sudah diresapi oleh seluruh insan PLN, terbukti dengan kuatnya rasa empati, atas penderitaan yang dialami orang lain,” imbuhnya.

Sebagai informasi, selain Aminah, terdapat empat keluarga lain yang turut mendapatkan bantuan listrik gratis dan paket sembako kali ini. Mereka tersebar di Dusun Kayuwangi dan Gedong (Desa Gedong, Banyubiru), Dusun Krajan (Desa Pasekan, Ambarawa), dan Dusun Geyongan (Desa Kandangan, Bawen). (win)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026