RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Advert
Gambar 1

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang Berkomitmen Wolbachia sebagai Solusi Pencegahan DBD

Pemkot Semarang Berkomitmen Wolbachia sebagai Solusi Pencegahan DBD

Pemkot Semarang Berkomitmen Wolbachia sebagai Solusi Pencegahan DBD

Foto: Dok./IST
Ilustrasi

Semarang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memiliki target ambisius untuk menjangkau seluruh wilayah ibu kota Jawa Tengah dengan penyebaran nyamuk ber-Wolbachia pada tahun 2024.

Saat dikonfirmasi media (24/11), Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, menyatakan bahwa penentuan anggaran oleh Kementerian Kesehatan akan menjadi penentu kesuksesan rencana tersebut.

Penyebaran Wolbachia Tahap Awal di 12 Kelurahan

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah melakukan penyebaran pertama Wolbachia secara serentak di 12 kelurahan di Kecamatan Tembalang pada 8 September 2023. Tindakan serupa dilanjutkan pada 23 Oktober 2023 di 11 kelurahan Kecamatan Banyumanik, serta pada 21 November 2023 di 16 kelurahan Kecamatan Gunungpati.

Tantangan dan Dampak

Meski demikian, Abdul Hakam menekankan bahwa dampak dari pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia tidak dapat dirasakan secara langsung. Penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) baru dapat terlihat minimal satu tahun setelah implementasi selesai. Namun, data kasus DBD di beberapa kecamatan menunjukkan penurunan yang positif.

Wolbachia sebagai Upaya Pencegahan DBD

Abdul Hakam menjelaskan bahwa Wolbachia merupakan bakteri yang bertujuan menekan replikasi virus dengue, zika, dan chikungunya dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti. Bakteri ini dapat diturunkan ke generasi berikutnya melalui jalur betina dan hanya hidup di tubuh serangga.

Jaminan Keamanan dan Lingkungan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan. Ia meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) rumah secara rutin sebagai langkah pencegahan tambahan.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

BACA JUGA :

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran

INFOGRAFIS

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut...
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga memastikan lolos ke babak 8 besar Popda Jawa Tengah 2026 setelah menjadi juara Grup B di Stadion Citarum, Semarang, Kamis (3/9/2026). Salatiga meraih dua kemenangan atas...
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat...
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 3 September 2026, didominasi cerah hingga cerah berawan. Pengamatan pukul 05.00 WIB mencatat suhu Semarang 24,2°C, kelembapan 88 persen, serta angin dari selatan 3 km/jam. Pada musim kemarau, BMKG juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan
03 September 2026: Cuaca Semarang Cerah, Jawa Tengah Waspada Karhutla
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 3 September 2026, didominasi cerah hingga cerah berawan. Pengamatan pukul 05.00 WIB mencatat suhu Semarang 24,2°C, kelembapan 88 persen, serta...
Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi dengan Enam UIN, Sasar Kemiskinan hingga Sertifikasi Halal
Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi dengan Enam UIN, Sasar Kemiskinan hingga Sertifikasi Halal
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama dengan enam UIN melalui program pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, sertifikasi halal, pendidikan vokasi, dan pengolahan sampah. Sinergi tersebut...
Muat Lebih

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved