URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Forum Pemuda Bulu Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, menggelar protes terhadap tindakan penebangan pohon peneduh di sekitar Lapangan Bulu. Koordinator Forum Pemuda Bulu, Melano Adiguna, mengungkapkan bahwa penebangan ini dilakukan pada Rabu (6/12/2023), awalnya dianggap sebagai pembersihan dan perapian ranting. Namun, pada sore hari, dua pohon trembesi berukuran besar tumbang setelah digergaji. Aksi protes dilakukan secara spontan dengan membawa tulisan-tulisan penolakan terhadap penebangan, menyatakan keprihatinan terhadap manfaat besar pohon tersebut dalam menjaga kelestarian alam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sejumlah Pemuda di Salatiga Protes Penebangan Pohon di Lapangan Bulu

Sejumlah Pemuda di Salatiga Protes Penebangan Pohon di Lapangan Bulu

Sejumlah Pemuda di Salatiga Protes Penebangan Pohon di Lapangan Bulu

Sejumlah pemuda protes aksi penebangan pohon.

Foto dok IST

Sejumlah pemuda protes aksi penebangan pohon.
Featured Image

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Forum Pemuda Bulu Kelurahan Tegalrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga memprotes penebangan pohon peneduh yang ada di seputaran Lapangan Bulu.

Koordinator Forum Pemuda Bulu Melano Adiguna mengatakan penebangan tersebut dilakukan pada Rabu (6/12/2023). “Kami tahunya itu hanya pembersihan dan perapian ranting-ranting pohon yang sudah lebat dan menjorok,” jelasanya.

Pada pagi hari, sudah ada beberapa pekerja yang di Lapangan Bulu. “Siang hari saat hujan, beberapa teman pulang ke rumah dan melanjutkan aktivitas. Namun sore hari, ternyata ada dua pohon yang sudah roboh tumbang karena digergaji,” kata Melano.

“Tak hanya batang besar, kayu-kayu dari pohon juga dipotong kecil-kecil dan ditaruh di pinggir lapangan,” paparnya.

Menurut Melano, dua pohon trembesi yang ditebang berukuran cukup besar. “Diameternya sudah mencapai satu meter, kami sangat menyanyangkan adanya penebangan ini. Apalagi manfaat pohon berukuran besar ini sangat besar serta dirasakan langsung oleh warga dan pengguna lapangan,” paparnya.

Melano mengungkapkan aksi protes para pemuda dilakukan secara spontan. “Kami sayang dengan pohon-pohon di Lapangan Bulu, apalagi ukurannya sudah cukup besar. Pohon ini tentu tak hanya untuk peneduh, tapi juga menjaga kelestarian alam, menjaga oksigen dan sumber air,” paparnya.

Anggota Forum Pemuda Bulu melakukan protes dengan membawa tulisan-tulisan berisi penolakan terhadap penebangan pohon tersebut. Mereka berharap ada pihak yang bertanggung jawab atas penebangan pohon tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga Sulistyaningsih mengungkapkan pohon-pohon yang berada di area lapangan bukan kewenangannya. “Tapi saya juga merasa sedih apabila ada pohon ditebang, apalagi jika kondisinya masih sehat. Terus terang kami sangat menyayangkan,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus...
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Seorang jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan menuju...
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana
Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Polres Semarang menetapkan empat tersangka terkait aksi konvoi dan show of force menggunakan senjata tajam yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Para pelaku diduga berasal dari sejumlah geng...
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah...
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot