URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 818 lembar surat suara untuk pemilihan legislatif DPR RI di daerah pemilihan (dapil) Jateng 1, Kabupaten Semarang, dinyatakan rusak setelah proses sortir sebelum dilipat. Kerusakan mencakup noda warna menutup nama calon, lambang partai, kertas yang kusut dan sobek, serta lubang pada kertas yang menunjukkan surat suara telah dicoblos.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Surat Suara Pileg DPR RI di Kabupaten Semarang Rusak

Ratusan Surat Suara Pileg DPR RI di Kabupaten Semarang Rusak

Ratusan Surat Suara Pileg DPR RI di Kabupaten Semarang Rusak

Petugas KPU Kabupaten Semarang menunjukkan surat suara yang rusak akibat noda tinta yang menutup nama salah satu calon anggota DPR RI, Jumat (5/1/2024). Foto: win
Petugas KPU Kabupaten Semarang menunjukkan surat suara yang rusak akibat noda tinta yang menutup nama salah satu calon anggota DPR RI, Jumat (5/1/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 818 lembar surat suara untuk pemilihan legislatif (pileg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jateng 1 di Kabupaten Semarang dinyatakan rusak. Hal itu diketahui setelah dilakukan proses sortir sebelum dilipat sejak Rabu (3/1/2024).

Kerusakan surat suara itu berupa noda warna yang menutup nama calon, lambang partai, kertas yang kusut dan sobek, serta terdapat lubang pada kertas yang mengesankan surat suara telah dicoblos.

Kasubbag Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Reyta Warastuti menuturkan, surat suara yang dinyatakan rusak itu telah dipisahkan sesuai Keputusan KPU RI Nomor 1395 Tahun 2023 yang mengatur pedoman teknis tata kelola logistik.

“Di situ tercantum kriteria yang rusak dan cacat cetak tapi masih digunakan seperti apa. Semuanya kita pisahkan dan sendirikan terlebih dahulu,” kata Reyta ditemui di sela kegiatan sortir dan lipat surat suara di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (5/1/2024).

Langkah berikutnya, surat suara yang rusak tersebut akan dilaporkan secara online melalui Sistem Informasi Logistik (Silog) Pemilu 2024 dan juga per surat setelah semua proses sortir selesai dilakukan.

“Nanti kita tunggu arahannya seperti apa. Apakah disortir ulang atau harus diganti,” jelasnya.

Sebagai informasi, sampai dengan hari Kamis (4/1/2024) sebanyak 285.850 lembar surat suara telah selesai disortir dan dilipat. Ditargetkan pada Minggu (7/1/2023) proses sortir dan lipat surat suara untuk pileg DPR RI dapil Jateng 1 sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan sortir dan lipat surat suara pileg DPRD Jateng.

“Sore ini surat suara pileg DPRD Kabupaten Semarang akan tiba. Sehingga bisa dilakukan penyortiran dan pelipatan berikutnya,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026