URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Salatiga, Budi Santoso, resmi maju dalam kontestasi Pilwakot Salatiga dengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota di DPD PKS Kota Salatiga pada Minggu (2/6/2024) sore. Budi, yang juga seorang kolektor kembang, menjelaskan bahwa keputusannya untuk maju di Pilwakot setelah mempertimbangkan dukungan dan doa istikharah, serta pengalamannya mencalonkan diri dalam Pileg 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Didukung Pasukan Emak Emak, Budi Santoso Mengambil Formulir Bacalon Wali Kota Salatiga

Didukung Pasukan Emak Emak, Budi Santoso Mengambil Formulir Bacalon Wali Kota Salatiga

Didukung Pasukan Emak Emak, Budi Santoso Mengambil Formulir Bacalon Wali Kota Salatiga

Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Salatiga, Budi Santoso, resmi maju dalam kontestasi Pilwakot Salatiga dengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota di DPD PKS Kota Salatiga pada Minggu (2/6/2024) sore. Budi, yang juga seorang kolektor kembang, menjelaskan bahwa keputusannya untuk maju di Pilwakot setelah mempertimbangkan dukungan dan doa istikharah, serta pengalamannya mencalonkan diri dalam Pileg 2024.
Foto Arief Rasika
Budi Santoso dengan pasukan emak emak saat ambil formulir pendaftaran
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Salatiga Budi Santoso akhirnya serius maju dalam kontestasi Pilwakot Salatiga.

Keseriusan bertarung memperebutkan posisi orang nomor 1 di Kota Hati Beriman ditujukan dengan mengambil formulir pendaftaran bakal calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga di DPD PKS Kota Salatiga, Minggu (2/6/2024).sore.

Budi mengatakan, alasan maju dalam Pilwakot Salatiga setelah namanya santer menjadi kandidat dari PKS juga atas beragam pertimbangan. Terlebih, pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 lalu turut mencalonkan diri.

“Saya juga shalat istikharah sebelum daftar. Apalagi kemarin habis ikut Pileg. Apalagi belakangan banyak emak emak temanya waktu sekolah ikut mendukung, saya ingin memajukan Salatiga tempat kelahiran saya,” terangnya kepada rasikafm.com, di Kantor DPD PKS Kota Salatiga.

Budi yang juga kolektor kembang ini menerangkan, apabila nanti mendapat rekomendasi dari DPP PKS Kota Salatiga akan fokus pada pengembangan UMKM dan pasar tradisional.

Selain itu, akan juga meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan agar lebih bermutu.

Dia menyatakan, sebagai mantan anggota DPRD Kota Salatiga selama tiga periode dirasa cukup memiliki bekal menjadi calon Wali Kota Salatiga.

Selebihnya, selama bertugas di Komisi B banyak bersinggungan dengan para pedagang, pelaku UMKM dan sektor ekonomi lain.

“Lalu, saya ini orang asli Salatiga sejak kecil hidup, makan, dibesarkan berkarir di Salatiga. Jadi, sewajarnya jika ada panggilan saya siap. Tentu, bersama PKS karena partai ini membesarkan saya,” katanya

Budi menyebutkan, selain mendaftar sebagai Balon Wali Kota melalui DPD PKS juga sebelumnya melamar ke DPC PDIP Kota Salatiga.

Pihaknya optimistis bakal mendapat perhatian dari DPP PKS karena memiliki pengalaman dan kader PKS ditambah putra asli Salatiga.

Ketua DPD PKS Kota Salatiga Latif Nahari menjelaskan, sejak dibuka pada 30 Mei 2024 panitia penjaringan dan pendaftaran Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga periode 2025-2029 melalui Partai PKS terdaftar 11 kandidat pendaftar.

“Dari 11 orang itu ada tiga orang kader internal mulai Pak Budi Santoso, Pak Maman dan Mas Farros. Kemudian 8 orang ambil posisi wakil,” ujarnya.

Latif mengaku, selanjutnya nama-nama pendaftar baik posisi wali kota maupun wakil wali kota akan ditunggu saat waktu pengembalian formulir. Karena, momen pengembalian dinilai sejumlah kandidat menunjukkan keseriusan maju Pilwakot 2024.

Budi saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan