URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pada tanggal 20 Juni 2024, Peni Ngesti Nugraha, istri Bupati Semarang, menyoroti tingginya kasus perceraian di kalangan guru, yang sebagian besar disebabkan oleh seringnya bermain media sosial seperti TikTok dan Instagram, saat memberikan pembinaan kepada anggota Dharma Wanita IIKK di Kecamatan Tengaran. Peni mengingatkan pentingnya fokus mengurus rumah tangga dan mengurangi penggunaan HP, untuk mencegah masalah seperti CLBK (Cinta Lama Bubarkan Keluarga).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pembinaan Dharma Wanita di Tengaran, Peni Nugraha: Dolanane HP dikurangi, Ora Kabeh Digawe Story

Pembinaan Dharma Wanita di Tengaran, Peni Nugraha: Dolanane HP dikurangi, Ora Kabeh Digawe Story

Pembinaan Dharma Wanita di Tengaran, Peni Nugraha: Dolanane HP dikurangi, Ora Kabeh Digawe Story

Pada tanggal 20 Juni 2024, Peni Ngesti Nugraha, istri Bupati Semarang, menyoroti tingginya kasus perceraian di kalangan guru, yang sebagian besar disebabkan oleh seringnya bermain media sosial seperti TikTok dan Instagram, saat memberikan pembinaan kepada anggota Dharma Wanita IIKK di Kecamatan Tengaran. Peni mengingatkan pentingnya fokus mengurus rumah tangga dan mengurangi penggunaan HP, untuk mencegah masalah seperti CLBK (Cinta Lama Bubarkan Keluarga).
Foto Arief Rasika
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha saat memberikan pembinaan di Tengaran
featured-img

RASIKAFM.COM |TENGARAN – Munculnya aplikasi Tiktok dan IG di media sosial terkadang membuat seorang istri lupa akan tugasnya mengurus rumah tangga. Seringnya bermain medsos seorang istri, dituding menjadi penyebab kasus perceraian masih tinggi.

Penegasan itu disampaikan oleh istri bupati Semarang, Peni Ngesti Nugraha saat melakukan Pembinaan Penguatan peran perempuan hebat di era digitalisasi untuk ketahanan keluarga bagi anggota Dharma Wanita IIKK di aula korwil kecamatan Tengaran (20/6/2024).

“Sekarang kasus perceraian guru banyak, tapi bukan dikecamatan Tengaran, guru sekarang gajinya besar, hal ini kadang yang membuat perceraian”. Ujarnya.

Oleh karena itu dalam kesempatan pembinaan ini pihaknya meminta para guru untuk lebih bersyukur dengan apa yang telah mereka peroleh. Apalagi kesejahteraan guru PNS sudah diatas rata rata.

Dirinya juga berpesan agar istri sekarang mainan HP dikurangi, lebih fokus mengurus rumah tangga dan pekerjaan wajibnya, “Saiki dolanane HP dikurangi, ora kabeh sing dilakoni ibu ibu kudu digawe story”. pesan Peni.

Peni mengingatkan bahayanya bermain HP bisa membuat CLBK, alias Cinta Lama Bubarkan Keluarga.

Sementara itu untuk menjaga ketahanan keluarga di era digitalisasi ini, diharapkan para guru dan istri guru ini peka terhadap pasangannya.

“Program ketahanan keluarga ini juga sebenarnya masuk program dari PKK sendiri oleh karena itu kami juga sangat fokus sekali untuk mensosialisasikannya tidak hanya di guru saja, tapi semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu tadi saya sampaikan pasangan harus saling peka terhadap perkembangan zaman, ” katanya.

Pantauan Rasika FM dilokasi, selain acara pembinaan yang dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Hj. Peni Ngesti Nugraha, dalam kesempatan itu juga berlangsung Pameran Gelar Karya yang diikuti oleh 33 Sekolah Dasar di kecamatan Tengaran, kabupaten Semarang di halaman kantor Korwilcambidik Tengaran.

Kepala Korwilcambidik Tengaran, Eko Lesmono mengatakan, kegiatan dilakukan mengacu 20 persen alokasi waktu belajar untuk projek. Kegiatan itu dalam rangka mengembangkan P5 bagi kelas 1 dan 4.

“Kami menggelar karya dari seluruh siswa SD di Tengaran, tujuannya guru yang berkunjung termotivasi karya dari sekolah lain untuk bisa diterapkan kepada anak didiknya di sekolah ” ujarnya.

Eko menjelaskan tujuan dari acara ini adalah Berbagi praktik baik dalam melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila antar sekolah, Mengapresiasi hasil P5 dari setiap sekolah dan Meningkatkan serta menguatkan capaian hasil P5

Peni Nugraha saat mengisi Pembinaan bagi anggota Dharma Wanita IIKK di kecamatan Tengaran (Vidio Arief Rasika)

BACA JUGA :

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta