RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Diduga Alami Korsleting, Toyota Kijang Terbakar di Tol Ungaran

Diduga Alami Korsleting, Toyota Kijang Terbakar di Tol Ungaran

Diduga Alami Korsleting, Toyota Kijang Terbakar di Tol Ungaran

Bangkai mobil Toyota Kijang yang terbakar di ruas tol Ungaran-Bawen KM426.800 jalur A, masuk Kelurahan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (15/10/2024). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah mobil Toyota Kijang bernopol H1842XR yang dikemudikan oleh Ahmad (30) warga Kabupaten Rembang, terbakar di ruas tol Ungaran-Bawen, tepatnya di KM426.800 jalur A, masuk wilayah Kelurahan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (15/10/2024).

Diketahui, kebakaran ini terjadi pada pukul 09.30 WIB saat kendaraan melaju dari arah Semarang menuju ke Temanggung. Sesampainya di KM426.600 muncul kepulan asap dari bagian mesin. Pengemudi langsung menepikan kendaraan di KM426.800 pada lajur darurat.

“Saat berangkat tidak ada yang aneh, normal semua. Begitu tahu ada kepulan asap, saya tepikan mobil dan mengambil barang bawaan menjauh dari dalam mobil,” ungkap Ahmad.

Di lokasi kejadian, Kapolsubsektor Ungaran Timur Iptu Jarot menyampaikan, setelah mendapatkan laporan pihaknya bersama jajaran Sat Lantas Polres Semarang berkoordinasi dengan PJR Tol Polda Jateng dan pihak TMJ.

“Sekitar pukul 11.00 WIB api berhasil dipadamkan,” terangnya.

Petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dengan tetap membuka 1 lajur paling kanan (lajur cepat) sehingga sempat terjadi sedikit ketersendatan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sementara penyebab kebakaran diduga korsleting pada bagian mesin. (win)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran