RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Update Laka Maut Tol Ungaran: Driver Elf Tak Punya SIM, Jika Terbukti Lalai Bisa Jadi Tersangka

Update Laka Maut Tol Ungaran: Driver Elf Tak Punya SIM, Jika Terbukti Lalai Bisa Jadi Tersangka

Update Laka Maut Tol Ungaran: Driver Elf Tak Punya SIM, Jika Terbukti Lalai Bisa Jadi Tersangka

Kasatlantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani saat memberikan keterangan di Kantor Satlantas setempat, Sabtu (19/10/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Satlantas Polres Semarang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atas kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan Isuzu Elf di ruas Tol Ungaran KM432.600 yang menewaskan 4 orang.

Kasatlantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah. Hasilnya, kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal karena tidak terjadi benturan dengan kendaraan lain.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Saksi-saksi sudah diperiksa, di antaranya pengasuh dan sopir truk yang saat kejadian ada di depan Elf,” ungkap Lingga saat ditemui di Kantor Satlantas Polres Semarang, Sabtu (19/10/2024).

Terkait adanya unsur kelalaian terhadap pengemudi Elf, jelasnya, saat ini pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan karena masih trauma dan shock. Jika terbukti ada unsur kelalaian, maka bisa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

“Saat ini kami laksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap yang bersangkutan. Hasil tes urin negatif, selanjutnya menunggu tes psikologis hasilnya seperti apa baru akan kita mintai keterangan,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga yang bersangkutan, diketahui pengemudi Elf tidak memiliki SIM.

“Pengasuh juga bilang kalau sebelumnya bukan yang bersangkutan yang jadi sopir. Kita akan dalami siapa yang memerintahkannya untuk nyopiri,” lanjutnya.

Sementara jumlah korban luka saat ini ada 13 orang. Semuanya dalam kondisi baik dan sudah dibawa pulang oleh anggota keluarga masing-masing.

“Tidak ada luka berat, hanya luka ringan dan sedang. Alhamdulillah kondisinya sadar semua,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran