URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan pemerintah di 190 titik di 26 provinsi sejak Senin, 6 Januari 2025, namun di Kabupaten Semarang pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Salah satu sekolah yang mendukung program ini adalah SD Negeri Jatirunggo 01 di Kecamatan Pringapus, tempat 143 siswa dan guru berharap makanan bergizi yang disediakan memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, sayur, dan buah, serta sesuai selera anak-anak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Siswa SDN Jatirunggo 01 Ingin Menu MBG Enak dan Sesuai Selera

Siswa SDN Jatirunggo 01 Ingin Menu MBG Enak dan Sesuai Selera

Siswa SDN Jatirunggo 01 Ingin Menu MBG Enak dan Sesuai Selera

Sejumlah siswa SDN Jatirunggo 01 sedang beraktivitas di halaman sekolah saat jam istirahat, Rabu (8/1/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah mulai melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serentak di 190 titik di 26 provinsi sejak Senin (6/1/2025). Namun, di Kabupaten Semarang, pelaksanaan program ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

Salah satu sekolah yang menantikan pelaksanaan MBG adalah SD Negeri Jatirunggo 01, Kecamatan Pringapus, Sebanyak 143 siswa dan para guru di sekolah tersebut memberikan dukungan penuh terhadap program ini karena manfaatnya yang besar, khususnya bagi anak-anak usia pertumbuhan.

Sekar Arum Jati, seorang siswi kelas 6 menyampaikan harapannya agar makanan yang disediakan nanti dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, sayur, dan buah dan sesuai dengan selera mereka.

“Maunya yang enak. Ada sayurnya lengkap dengan lauk, misalnya ayam,” katanya.

Sementara Hestutiningsih, salah seorang guru SDN Jatirunggo 01 turut mengamini apa yang menjadi keinginan para siswa. Ia khawatir jika menu yang disajikan tidak sesuai selera, akan terbuang sia-sia.

“Nuwun sewu (mohon maaf), meski kami ada di desa, bekal yang dibawa anak-anak ke sekolah beragam dan sesuai selera masing-masing. Maka berharap, MBG bisa menyesuaikan,” harapnya.

Ia melanjutkan, penyediaan susu gratis juga harus tetap ada. Menurutnya, susu menjadi komponen penting untuk menunjang pemenuhan gizi bagi para siswa.

“Jangan diganti tahu, tempe, atau pisang. Susu harus disertakan, karena memiliki nilai gizi yang tinggi,” sambungnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved