URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang, seperti Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bandungan, dan Ambarawa, pada Selasa (21/1/2025) sejak sore hari, mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa lokasi. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengimbau warga di wilayah rawan, terutama di dekat aliran sungai dan tebing tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi alam sekitar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengecek kondisi sarana prasarana di gudang alat BPBD setempat beberapa waktu lalu. Foto: win
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengecek kondisi sarana prasarana di gudang alat BPBD setempat beberapa waktu lalu. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang pada Selasa (21/1/2025) sejak sore hari. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menggenangi beberapa kawasan, antara lain Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bandungan, dan Ambarawa.

Sejak Minggu dan Senin (19-20/1/2025), hujan deras memang sudah terjadi setiap sore hingga malam, berdampak pada beberapa daerah yang mengalami banjir. Beberapa titik yang terdampak antara lain Susukan, Gedanganak, dan Sidomulyo (Ungaran Timur), Karangjati (Bergas), Langensari (Ungaran Barat), serta Tambakboyo (Ambarawa).

Selain banjir, dampak lain yang terjadi adalah tanah longsor, seperti yang tercatat di Desa Keseneng (Sumowono), Gedanganak (Ungaran Timur), Nyatnyono (Ungaran Barat), dan beberapa lokasi lainnya.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengimbau warga untuk selalu waspada dan peka terhadap kondisi alam sekitar, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat daerah aliran sungai atau tebing tinggi.

“Pastikan untuk terus berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat dan segera melaporkan kejadian kedaruratan ke BPBD Kabupaten Semarang. Kami siap membantu,” ujar Alexander saat dihubungi, Rabu (22/1/2025).

Warga juga diimbau untuk menyiapkan perlengkapan darurat secara mandiri sebagai langkah awal menghadapi bencana. Selain itu, mereka diingatkan untuk menjaga kebersihan sungai dan saluran drainase agar tidak tersumbat sampah yang bisa menyebabkan banjir.

“Pastikan drainase berfungsi dengan baik, dan sungai-sungai bersih dari sampah atau sumbatan lainnya,” pungkasnya.

Untuk melaporkan kejadian kedaruratan, warga dapat menghubungi BPBD Kabupaten Semarang melalui nomor 081233338119. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi