KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Argomulyo Jadi Sentra Susu, Ikon Wisata Kuliner dan Sentra Industri di Salatiga

Argomulyo Jadi Sentra Susu, Ikon Wisata Kuliner dan Sentra Industri di Salatiga

Argomulyo Jadi Sentra Susu, Ikon Wisata Kuliner dan Sentra Industri di Salatiga

Foto dok IST
Pengunjung mencoba produk olahan susu dalam launching sentra susu Salatiga Maisaloka di Pendapa Bung Karno DPRD Kota Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga bersama DPRD Kota Salatiga meluncurkan Sentra Susu Salatiga Maisaloka pada Senin (3/2/2025) di Pendapa Bung Karno Gedung DPRD Kota Salatiga. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Henni Mulyani mengatakan, sentra susu ini berada di tiga kelurahan di Kecamatan Argomulyo, yaitu Kelurahan Randuacir, Kelurahan Kumpulrejo, dan Kelurahan Noborejo.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan agar kampung susu atau sentra susu di Kecamatan Argomulyo ini dapat lebih berkembang dan diketahui oleh masyarakat luas sehingga akan memiliki dampak bagi peternak sapi, produsen olahan susu sapi, dan warga Kecamatan Argomulyo pada khususnya,” kata Henni.

Dia berharap setelah adanya sentra olahan susu ini, ke depannya juga ada Festival Kampung Susu di Salatiga. Sehingga nantinya akan menjadi salah satu tujuan wisata edukasi untuk belajar tentang pengolahan susu dan aneka hasil olahannya. “Dengan adanya sentra susu ini diharapkan kita dapat bersama-sama mewujudkan impian untuk membentuk kampung susu Edufarm, sebagai salah satu ikon wisata kuliner dan sentra industri di Kota Salatiga,” jelas Henni.

Untuk mewujudkan itu, kata Henni, perlu kerja sama dari berbagai pihak sentra susu. Terutama pada pengolahan susu dan juga pemasaran. Ke depannya, peternak tidak hanya menghasilkan susu murni tetapi juga berbagai produk olahan susu seperti yang hari ini dipamerkan, ada kefir, yoghurt, susu pasteurisasi, es krim, es lilin, sabun, hand body, dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, mendukung penuh kemajuan dan perkembangan sentra susu ini. Dia berharap adanya sentra susu ini menjadi solusi pengurangan stunting di wilayah Kota Salatiga.

“Jangan sampai di daerah sentra susu ada yang stunting, karena ibu-ibu hamilnya tidak minum susu. Karena intervensi stunting itu harusnya pada saat ibu hamil, ini bisa dibuat program. Ini kan sudah ada sertifikasi halal, tinggal nanti diurus izin BPOM, kan sudah ada uji lab nya, jadi harusnya mudah untuk mengurus izin BPOM itu sehingga pemasaran secara lebih luas bisa dilakukan,” tandas Dance.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]