URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bawaslu Jawa Tengah menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bertema "Expo Nguri-Nguri Budoyo Damel Sesarengan Ngawasi Dalam Rangka Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2024" di halaman DPRD Kota Salatiga pada Sabtu, 28 September 2024, dengan kesenian drambek khas Salatiga sebagai hiburan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif Bawaslu Jateng Melalui Dramblek

Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif Bawaslu Jateng Melalui Dramblek

Bawaslu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif Bawaslu Jateng Melalui Dramblek

Bawaslu Jawa Tengah menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bertema "Expo Nguri-Nguri Budoyo Damel Sesarengan Ngawasi Dalam Rangka Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2024" di halaman DPRD Kota Salatiga pada Sabtu, 28 September 2024, dengan kesenian drambek khas Salatiga sebagai hiburan.
Foto Arief Rasika
Komisioner Bawaslu Jateng hadir di Salatiga saat Acara sosialisasi pengawasan di depan DPRD Salatiga.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bawaslu Jawa Tengah adakan sosialisasi pengawasan partisipatif di halaman DPRD Kota Salatiga bertemakan “Expo Nguri-Nguri Budoyo Damel Sesarengan Ngawasi Dalam Rangka Sosialisasi Pengawasan Pillkada 2024”, Sabtu (28/9/24) dengan dimeriahkan kesenian dramblek.

Kepada rasikafm.com, Lukman Fahmi Kordinator Devisi Hukum Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Salatiga mengatakan jika tujuan sosialisasi ini adalah agar masyarakat mengetahui bahwa saat ini mulai dekat pelaksanaan Pilkada 2024, sehingga masyarakat lebih bisa membantu dan terlibat dalam pengawasan partisipatif.

“Dalam sosialisasi ini kita sengaja menampilkan kesenian drambek kesenian asli dari Salatiga yang diharapkan dapat menarik simpati warga mendatangi kegiatan sosialisasi partispatif Bawaslu Jawa Tengah ini”. Ujar Fahmi.

Sementara itu, anggota Bawaslu Jawa Tengah Diana Ariyanti dalam sambutanya mengatakan, bahwa pengawasan partisipatif adalah tanggungjawab bersama agar masyakat ikut terlibat dalam pengawasan di Pilkada Serentak 2024.

“Ada sekitar 28 juta pemilih di Pilkada Serentak Jawa Tengah 2024. Mari kita sukseskan pilkada tahun ini,” harapnya.

Diana juga menegaskan, pilkada serentak pertama kalinya digelar tahun ini, yakni pilkada dan pilgub yang digelar secara bersamaan.

“Karena bersamaan maka dinamakan pilkada serentak, yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Lukman Fahmi saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan