URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 337 personel TNI dari Kodim 0714/Salatiga, Batalyon Kavaleri Ambarawa, Batalyon 411 Salatiga, dan Batalyon Zeni Tempur Banyubiru diperbantukan oleh Polres Semarang untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang. Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Suwondo, menyatakan bahwa personel TNI akan ditempatkan di sejumlah polsek sesuai dengan petunjuk dari komando tingkat atas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Amankan Pemilu 2024, Polres Semarang Peroleh Tambahan Kekuatan Personel TNI

Amankan Pemilu 2024, Polres Semarang Peroleh Tambahan Kekuatan Personel TNI

Amankan Pemilu 2024, Polres Semarang Peroleh Tambahan Kekuatan Personel TNI

Sebanyak 337 personel TNI dari Kodim 0714/Salatiga, Batalyon Kavaleri Ambarawa, Batalyon 411 Salatiga, dan Batalyon Zeni Tempur Banyubiru diperbantukan oleh Polres Semarang untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang. Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Suwondo, menyatakan bahwa personel TNI akan ditempatkan di sejumlah polsek sesuai dengan petunjuk dari komando tingkat atas.
Foto: Humas Polres Semarang
Kabag BinOps Ro Ops Polda Jateng AKBP Agus Puryadi memberikan arahan kepada ratusan personel TNI yang akan diperbantukan untuk pengamanan Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang, Jumat (2/2/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Personel Polres Semarang memperoleh tambahan kekuatan dari TNI untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang. Sebanyak 337 personel TNI yang diperbantukan itu berasal dari Kodim 0714/Salatiga, Batalyon Kavaleri Ambarawa, Batalyon 411 Salatiga, dan Batalyon Zeni Tempur Banyubiru.

Kabag Ops Polres Semarang Kompol Suwondo menyampaikan, personel TNI ini akan diterjunkan di sejumlah polsek di sesuai petunjuk lanjut dari satuan komando tingkat atas di masing-masing kesatuan.

“Polsek yang minim anggotanya karena melakukan pengamanan TPS bersama Korem, nanti akan dibantu oleh rekan TNI di mako polsek,” ujarnya usai kegiatan latihan bersama pengamanan Pemilu 2024 TNI-Polri di Aula Batalyon Kavaleri Turangga Ceta, Ambarawa, Jumat (2/2/2024).

Komandan Batalyon Kavaleri Turangga Ceta Ambarawa Letkol (Kav) Barid Budi menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu langkah nyata sinergitas TNI Polri dalam pencegahan kerawanan konflik sekecil apapun. Selain itu, sesuai atensi pimpinan tertinggi Panglima TNI dan Kapolri setiap personel harus menjunjung tinggi sikap netralitas dalam pengamanan Pemilu 2024.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini para personel yang nanti akan diterjunkan di wilayah polsek dapat memahami betul tugas dan langkah yang diambil dalam pengamanan pemilu,” terangnya.

Sementara Kabag BinOps Ro Ops Polda Jateng AKBP Agus Puryadi menambahkan total sekitar 3.732 personel TNI di Jawa Tengah akan diterjunkan untuk pengamanan Pemilu 2024 dan akan disebar ke 558 polsek jajaran di wilayah hukum Polda Jateng.

“Masing-masing polsek akan diisi 6 sampai 7 personel TNI yang akan bertugas dari tanggal 11-15 Februari 2024,” urainya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved