URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak Bupati dan Wali Kota di wilayahnya untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada tahun 2025 guna memastikan penggunaan anggaran APBD lebih efektif. Dalam acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Jateng 2025-2029 di Wisma Perdamaian pada Kamis, 20 Maret 2025

Mbak Google

KABAR RASIKA

Anggaran Ojo Icrit-Icrit, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Bupati/Wali Kota Fokus di Pembangunan RPJMD 2025-2029

Anggaran Ojo Icrit-Icrit, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Bupati/Wali Kota Fokus di Pembangunan RPJMD 2025-2029

Anggaran Ojo Icrit-Icrit, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Bupati/Wali Kota Fokus di Pembangunan RPJMD 2025-2029

featured-img

RASIKAFM | SEMARANG – Bupati dan Wali Kota Jawa Tengah diajak Gubernur Ahmad Luthfi untuk fokus pada pembangunan infrastruktur di tahun 2025. Ia tak ingin anggaran APBD yang kecil justru diicrit-icrit (dibagi-bagi secara kecil) ke banyak program.

Anggaran yang diicrit-icrit disebut Ahmad Luthfi kurang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebaliknya, pembangunan yang terfokus dengan dana “gelondong” akan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat.

“Bupati dan Wali Kota, kalau kita garap bareng pembangunan ini maka kita seperti orang boncengan. Kerja fokus, tidak diicrit-icrit, masyarakat tidak akan bisa menikmati,” kata Ahmad Luthfi saat memberikan arahan di acara Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2025-2029 di Wisma Perdamaian, Kamis 20 Maret 2025.

Dalam paparannya, Ahmad Luthfi menggarisbawahi bahwa pembangunan 2025 berfokus pada 5 infrastruktur, yakni infrastruktur jalan, infrastruktur pendidikan, infrastruktur swasembada pangan (pertanian), infrastruktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur data.

Mantan Kapolda Jateng itu ingin pemerintah provinsi hingga kabupaten kota menyelesaikan layanan dasar utama yang dibutuhkan masyarakat terlebih dahulu.

Perihal infrastruktur jalan, menurutnya, saat ini penambalan lubang sudah selesai 100 persen di jalan provinsi. Untuk tahun depan akan digarap pembangunan jalan sehingga lebih representatif untuk dilalui kendaraan.

Catatannya, jalan yang diprioritaskan untuk dibangun adalah jalur perdagangan antar kabupaten/kota. “Khusus pembangunan jalan, PU (Dinas PU Bina Marga) rapat khusus untuk koneksikan jalan ekonomi yang diprioritaskan. Koneksikan perekonomian di kabupaten dan kota,” ujar bapak 3 anak ini.

Infrastruktur kedua adalah pendidikan. Ia menginginkan tak ada lagi sekolah rusak di tahun 2026, artinya harus selesai renovasinya di 2025.

Kemudian infrastruktur swasembada pangan, salah satunya pembangunan saluran primer, sekunder dan tersier untuk pertanian. Hal ini sesuai dengan program pemerintah pusat untuk swasembada pangan. Keempat, infrastruktur SDM dengan cara penembangan program yang tepat di Balai Latihan Kerja (BLK).

Nantinya, akan ada 160an program Pemerintah Provinsi yang akan disebar di kabupaten dan kota. Melalui program-program tersebut maka bupati/wali kota dan Gubernur bisa berkolaborasi memajukan wilayah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng, Sumarno mengatakan Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Jateng 2025-2029 itu mengawali agenda Musrenbang. Kegiatan Musrenbang akan digelar pada bulan Mei 2025.

“Kami juga sediakan link untuk stakeholder maupun masyarakat Jawa Tengah bisa memberikan saran dan masukan RPJMD 2025-2029,” kata Sumarno. (did)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon