RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Angin Kencang Landa Desa Jetak, 21 Rumah Dan Sekolahan Rusak

Angin Kencang Landa Desa Jetak, 21 Rumah Dan Sekolahan Rusak

Angin Kencang Landa Desa Jetak, 21 Rumah Dan Sekolahan Rusak

Musibah angin kencang melanda desa Jetak kecamatan Getasan kabupaten Semarang pada 17-1-22 lalu, akibatnya 21 rumah dan sebuah Sekolahan rusak.

Bangunan itu rusak setelah diterjang angin kencang, bahkan 2 rumah rusak parah tertimpa pohon dan seorang pemilik rumah mengalami patah punggung tertimpa atap rumah.

Pantauan Rasika FM Selasa Sore 18.1.22 beberapa rumah belum diperbaiki karena terjadi kerusakan parah pada bagian atap kayu penyangga hingga membutuhkan biaya puluhan juta rupiah.

Kepada rasikafm.com Sumiati salah seorang warga dusun Tugu desa Jetak mengaku akibat angin kencang tersebut rumahnya rusak parah karena tertimpa pohon besar dibagian atap dan dapur.

“anginya begitu kencang langsung merusak beberapa tanaman dan atap rumah saya” ungkap Sumiati.

sementara itu sehari pasca kejadian jajaran kecamatan Getasan datang kelokasi dipimpin Camat Getasan Dra. Istichomah M.Si.

Camat getasan saat diwawancarai Rasika FM

Kepada media, camat mengatakan pihaknya telah mendata sejumlah warga yang rumahnya rusak untuk dimintakan bantuan kepada pihak terkait

“kami berharap BPBD, dinas sosial dan juga Baznas serta PMI akan segera membantu warga, sehingga bisa meringankan beban mereka, terutama yang rumahnya rusak parah akibat musibah yang terjadi Senin lalu” ungkap Istichomah.

Camat getasan (berkerudung)  Saat menyerahkan bantuan kepada salah seorang korban rumah rusak

Sambil menunggu bantuan dari dinas terkait, pihaknya berharap masyarakat bisa saling bergotong rotong memperbaiki apa yang bisa. Disisi lain pihaknya mengapresiasi warga Jetak yang sigap dalam membantu sesama terutama tim “Jetak Reaksi Cepat” nya

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157