[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Angin Puting Beliung Kembali Menerjang Salatiga, Atap Rumah Warga Berterbangan

Angin Puting Beliung Kembali Menerjang Salatiga, Atap Rumah Warga Berterbangan

Angin Puting Beliung Kembali Menerjang Salatiga, Atap Rumah Warga Berterbangan

Angin puting beliung melanda Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Kamis (30/10/2025) siang dan merusak sejumlah rumah di Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti. Peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Warga dibantu aparat segera bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak tanpa korban jiwa.
Foto dok IST
Bhabinkamtibmas Kalicacing Polres Salatiga Aiptu Irmadi saat mengecek atap rumah warga yang rusak

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Musibah angin puting beliung Kembali menerjang Salatiga, Jawa Tengah pada Kamis (30/10/2025) .

Angin itu merusak sejumlah rumah di RT 02/RW 3 Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Disebutkan, angin kencang mulai berhembus pada pukul 11.30 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi atap rumah warga bernama Wahyu Triastuti beterbangan.

“Tadi kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB pas hujan deras, tiba-tiba ada angin dan atap rumah yang terbuat dari asbes terlepas,” kata Bhabinkamtibmas Kalicacing Polres Salatiga, Aiptu Irmadi, Kamis (30/10/2025).

Irmadi mengatakan, atap yang terlepas menyebabkan kebocoran di rumah tersebut.

Warga langsung bergotong royong membantu menyingkirkan dan membersihkan material dari atap rumah.

Upaya perbaikan juga langsung dilakukan. Irmadi mengatakan, kebutuhan asbes langsung diukur agar rumah tersebut bisa segera tertangani.

Sehingga, rumah tersebut bisa ditempati oleh penghuninya kembali.

Ia mengatakan, bahwa kejadian ini tidak menimbulkan korban.

“Langsung diupayakan perbaikan, kita ukur kebutuhan asbes untuk kembali menutup atap sehingga rumah kembali bisa ditempati.

Paling penting semua aman dan tidak ada korban,” kata Irmadi.

Irmadi juga menyampaikan bahwa wilayah Kalicacing yang berada di Kota Salatiga termasuk kawasan padat permukiman.

Selain itu, juga banyak pohon-pohon berukuran besar, sehingga dia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana yang timbul karena cuaca ekstrem

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px