URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebagai upaya penguatan karakter dan integritas pelajar SMA, Siswa SIP (Sekolah Inspektur Polisi) Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas berikan sosialisasi tentang bahaya kenakalan remaja, di SMA N 2 Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas Beri Penguat Karakter Pelajar SMA di Salatiga

Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas Beri Penguat Karakter Pelajar SMA di Salatiga

Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas Beri Penguat Karakter Pelajar SMA di Salatiga

Siswa SIP Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas saat sosialisasi dan interaksi tentang bahaya kenakalan remaja di SMA 2 Salatiga, Kamis (28/7). (Poto dok ist)
Siswa SIP Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas saat sosialisasi dan interaksi tentang bahaya kenakalan remaja di SMA 2 Salatiga, Kamis (28/7). (Poto dok ist)
featured-img

Sebagai upaya penguatan karakter dan integritas pelajar SMA, Siswa SIP (Sekolah Inspektur Polisi) Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas berikan sosialisasi tentang bahaya kenakalan remaja, di SMA N 2 Salatiga.

Kehadiran para siswa SIP Pusdik Binmas mendapat respon positif baik dari pihak pengajar maupun puluhan pelajar yang sengaja dihadirkan di lingkungan Aula Sekolahan.

Dengan mengangkat persoalan,
kenakalan remaja, kondisi itu (kenakalan remaja) biasanya terjadi pada usia 13 tahun sampai 21 tahun.
“Dimana saat itu, seorang anak masih duduk dibangku SMP dan SMA,” kata Pendamping Iptu Mulyoto, M.Pd.

Dalam paparannya, Iptu Mulyoto menyampaikan materi mengenai bentuk-bentuk kenakalan remaja beserta upaya mengatasi kenakalan remaja.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk upaya preventif untuk menekan angka kenakalan remaja yang terjadi saat masa-masa SMA, serta sebagai bentuk pembelajaran bagi siswa SIP angkatan ke-51 dalam belajar penyuluhan Binmas,” tandasnya.

Sebagai penyemangat peserta sosialisasi, siswa SIP angkatan ke-51 Pusdik Binmas Ali Suwandi menyampaikan bila terdapat siswa SMA 2 Salatiga akan melanjutkan kuliah di Jogjakarta dirinya akan memfasilitasi tempat tinggal dan makan di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai sampai siswa tersebut lulus dari kuliahnya.

Pancingan ini tak pelak membuat pelajar antusias mencoba keberuntungan yang ditawarkan.

Hal senada disampaikan siswa SIP Pusdik Binmas lainnya, Agus Setiyawan, S.H., M.H. bahwa, mewujudkan karakter baik pelajar diusia tanggung merupakan ‘perjuangan’. Mengingat, para siswa menginjak SMA satu fase mencari jati dalam prestasi diri serta wawasan integritas dan akhlak yang terpuji.

“Sehingga, kegiatan sosialisasi ini bagian dari mitra Polri dalam memberikan rasa aman, nyaman serta perlindungan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Interaksi pun terjadi antara siswa SIP Pusdik Binmas dengan para siswa-siswi yang dilibatkan. Sejumlah pertanyaan dilontarkan kepada pemateri.

Kepala Sekolah SMA 2 Salatiga Tentrem Lestari, S.Pd.,M.Pd., sangat mengapresiasi kegiatan diinisiasi Siswa SIP Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas di lingkungan Sekolahan yang ia pimpin.

Bekal ilmu yang disampaikan sedikitnya sedikitnya 26 siswa SIP Pusdik Binmas itu, menjadi bekal para Siswa SMA 2 Salatiga. Karena, kegiatan tersebut dapat bersifat preventif bersifat pencegahan dan juga dapat bersifat reseptifnya memberikan penyembuhan.

“Nah, maksud saya begini bahwa dengan pemberian wawasan tentang konsep dan bagaimana para siswa itu bisa menghindari tindakan-tindakan yang mengarah kepada tindakan penyimpangan, kenakalan remaja maka melalui kegiatan ini mendapatkan pemantapan tentang karakter,” paparnya.

Baik bagaimana agar bisa menyiapkan diri menjadi generasi emas, dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang negatif. Seperti, penyalahgunaan narkoba pergaulan bebas ataupun tindak-tindak asusila yang lain.

Dengan penguatan ini, Tentrem Lestari, para siswa SMA Negeri 2 Salatiga khususnya, mendapatkan wawasan untuk tetap menjaga kepribadian bangsa yang adiluhung.

Siswa SIP Angkatan ke-51 Batalyon VII Pusdik Binmas saat sosialisasi dan interaksi tentang bahaya kenakalan remaja di SMA 2 Salatiga, Kamis (28/7).

Poto dok ist

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan