URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang perempuan bernama Kurnia Nur Wakhidah (31), warga Pabelan, Kabupaten Semarang, menjadi korban penusukan oleh pria tak dikenal di Jalan Bulusari, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, pada Kamis sore, 15 Mei 2025. Peristiwa ini terjadi saat korban membonceng temannya, Ulya Hidayati (26), usai membeli roti di Toko Trijaya. Insiden penusukan terjadi secara tiba-tiba tanpa provokasi, saat pelaku mengayunkan benda tajam dan mengenai perut kanan korban hingga mengalami pendarahan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Apes! Antar Teman, Kurnia jadi Korban Penusukan di Bugel Salatiga

Apes! Antar Teman, Kurnia jadi Korban Penusukan di Bugel Salatiga

Apes! Antar Teman, Kurnia jadi Korban Penusukan di Bugel Salatiga

IST
Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kurnia Nur Wakhidah (31), warga Pabelan, Kabupaten Semarang, menjadi korban penusukan oleh pria misterius. Kejadian sadis itu berlangsung Kamis (15/5/2025) sore, tepatnya di Jalan Bulusari, wilayah Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Plh Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo mengatakan kejadian itu sekitar pukul 16.25 WIB.
“Saat itu, korban tengah membonceng temannya, Ulya Hidayati (26), menggunakan sepeda motor Honda Vario warna putih hitam dengan nomor polisi H 6932 LI,” jelas Sutopo.

Sutopo menambahkan, keduanya baru saja membeli roti di Toko Roti Trijaya daerah Daren.

Tanpa banyak basa-basi, pria tersebut langsung mengayunkan benda tajam ke arah perut korban! Tusukan tepat menghantam sisi kanan perut Kurnia hingga mengucurkan darah.

“Pelaku secara tiba-tiba menusuk korban di bagian perut sebelah kanan menggunakan benda tajam hingga menyebabkan pendarahan. Korban kemudian menghentikan sepeda motornya di pos keamanan Sarirejo dan menghubungi suaminya, Muhammad Zidni Mubarok (23), untuk meminta pertolongan. Korban langsung dibawa ke RSUD Salatiga untuk mendapat penanganan medis,” ungkap Sutopo.

Saksi menunjukkan lokasi dimana korban ditusuk pelaku tak dikenal

Menurutnya Polsek Sidorejo langsung melakukan olah TKP dan menggali keterangan dari para saksi. Identitas dua saksi kunci – Ulya Hidayati dan sang suami, Muhammad Zidni Mubarok – telah dicatat dan dimintai keterangan.

“Saat ini kami masih menyelidiki pelaku dan motif dari kejadian ini,” tambah Sutopo.
Belum diketahui pasti apa motif pelaku, apakah perampokan, dendam, atau serangan acak. Yang jelas, keberadaan pria misterius itu kini menjadi incaran aparat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika mengetahui informasi terkait pelaku,” ujarnya.

Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Sidorejo dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi berjanji akan memburu pelaku hingga tertangkap.

BACA JUGA :

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved