URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Atasi Kekeringan Warga, Babinsa Gogodalem Distribusikan Air Bersih

Atasi Kekeringan Warga, Babinsa Gogodalem Distribusikan Air Bersih

Atasi Kekeringan Warga, Babinsa Gogodalem Distribusikan Air Bersih

featured-img
Babinsa Gogodalem M. Azis saat mendistribusikan air bersama bpbd kabupaten Semarang

RASIKAFM – Babinsa Gogodalem Koramil 04/Bringin Sertu M.Aziz melaksanakan pendampingan membantu pendistribusian air bersih 3 Truk Tangki isi 15 Ribu Liter. oleh BPBD Kabupaten Semarang untuk warga binaannya di Dusun Kropoh RT 07/05 Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang ,Kamis (26/08)

Kepada RASIKAFM Danramil 04/Bringin Kapten Agung Kartika mengatakan jika kegiatan Babinsanya membantu BPBD dalam pendistribusian air bersih kepada warga yang tengah membutuhkan “Ya betul, karena memang sekarang sudah memasuki musim kemarau sehingga debit air pada beberapa sumber mata air mulai berkurang,” kata Agung.

Danramil menambahkan pihaknya melalui Babinsa akan berupaya bersama pemerintah desa atau kelurahan untuk membantu memberikan solusi kepada warga, salah satunya melakukan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan hingga ke BPBD sesuai dengan tingkat koordinasi.

“Kita berharap upaya bersama ini dapat membantu meringankan beban masyarakat khususnya yang membutuhkan air bersih untuk minum, memasak dan mandi,” ujarnya.

Terpisah Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf Loka Jaya Sembada.SIP memberikan apresiasi kepada para Babinsa yang tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi warga di desa binaannya.

“Keberadaan Babinsa ditengah-tengah masyarakat minimal dapat membantu memberikan solusi ataupun pendampingan dalam hal-hal yang positif seperti yang dilakukan Babinsa Gogodalem,” ungkap Dandim.

Dijelaskannya, kerjasama semua pihak dalam pendistribusian air bersih ini tidak baru kali ini dilakukan, namun ini merupakan kegiatan tahunan mengingat pada setiap musim kemarau, ketersediaan air bersih terus menipis dibeberapa sumber mata air seperti sumur, sehingga harus dilakukan upaya untuk membantu pemenuhan air bersih.

“Saya harap pendribusian air bersih ini dilakukan secara kontinyu, bahkan ke wilayah lain yang saat ini juga membutuhkan” ujarnya.

Selain itu,Dandim juga meminta kepada para Danramil untuk mengecek wilayahnya masing-masing. “Apabila terjadi permasalahan serupa agar segera dikoordinasikan dan dikomunikasi dengan pemerintahan kecamatan setempat sehingga Pemerintah Daerah melalui BPBD dapat mengambil langkah-langkah dalam pemenuhan air bersih warga untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.( rief )

BACA JUGA :

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar