URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang memusnahkan 18.841 lembar surat suara Pemilu 2024, terdiri dari lima jenis surat suara: pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Jateng, dan Kabupaten Semarang serta DPD.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Belasan Ribu Lembar Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Dimusnahkan

Belasan Ribu Lembar Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Dimusnahkan

Belasan Ribu Lembar Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Dimusnahkan

18.841 lembar surat suara sisa dan rusak dimusnahkan dengan cara dibakar di depan gudang penyimpanan logistik KPU Kabupaten Semarang, kompleks GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (13/2/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang memusnahkan 18.841 lembar surat suara Pemilu 2024. Jumlah itu terdiri dari lima jenis surat suara yakni pemilu presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Jateng dan Kabupaten Semarang serta DPD.

Menurut penjelasan Ketua KPU Kabupaten Semarang Bambang Setyono, pemusnahan ini sesuai arahan KPU RI. Surat suara ini merupakan sisa proses sortir dan lipat beberapa waktu lalu ditambah surat suara yang dinyatakan rusak atau tidak layak.

“Pemusnahannya dengan cara dibakar. Tujuannya agar tidak disalahgunakan,” kata Bambang usai pemusnahan surat suara di depan gedung penyimpanan logistik KPU Kabupaten Semarang, kompleks GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (13/2/2024).

Berkaitan dengan hal itu, lanjut Bambang, pihaknya telah mengajukan permintaan penggantian surat suara rusak yang telah dimusnahkan.

“Sudah kami terima (surat suara pengganti), sudah kami lipat dan masukkan semua ke kotak suara,” sambungnya.

Mengenai distribusi logistik pemilu, tambahnya, pengiriman ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah dimulai sejak tanggal 7-11 Februari 2024. Dilanjutkan ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing desa/ kelurahan.

“Hari ini kami pastikan semua logistik pemilu sudah sampai ke masing-masing TPS. Kami minta pengiriman pagi hari sebagai antisipasi jika turun hujan pada siang atau sore hari,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved