KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Berawal Saling Tantang di Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Ungaran, Satu Orang Luka Disabet Celurit

Berawal Saling Tantang di Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Ungaran, Satu Orang Luka Disabet Celurit

Berawal Saling Tantang di Medsos, Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Ungaran, Satu Orang Luka Disabet Celurit

Peristiwa tawuran menghebohkan melibatkan dua kelompok remaja di media sosial. Kejadian ini terjadi di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Kabupaten Semarang, tepatnya di sebelah Karoseri Laksana pada Rabu (21/6/2023) petang. Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein, dua kelompok remaja yang terlibat dalam tawuran tersebut adalah alumni dari sebuah SMK swasta di Kabupaten Semarang dan SMK negeri di Kota Semarang.
(Foto/ tangkapan layar video warga)
Dua kelompok pemuda terlibat tawuran menggunakan celurit di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Ungaran Timur, Rabu (21/6/2023) petang.

[@]Peristiwa tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja viral di media sosial beberapa waktu lalu. Diketahui peristiwa itu terjadi di Lingkungan Prampelan, Kelurahan Beji, Kabupaten Semarang, tepatnya di samping Karoseri Laksana pada Rabu (21/6/2023) petang.

Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Kresnawan Hussein, dua kelompok remaja yang terlibat tawuran merupakan alumni dari sebuah SMK swasta di Kabupaten Semarang dan SMK negeri di Kota Semarang. Dalam peristiwa tersebut, 1 orang yakni RS (19) warga Bawen mengalami luka pada bagian tubuh diduga akibat disabet senjata tajam jenis celurit.

“Alhamdulillah untuk pelaku AY (18) warga Tembalang, Kota Semarang berhasil kami amankan,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan, Senin (26/6/2023).

Terkait kronologi kejadian, Hussein menjelaskan tawuran tersebut berawal dari saling tantang di akun media sosial. Kelompok pelaku dan korban sepakat menentukan lokasi untuk melakukan tawuran.

“Setelah disepakati, kedua kelompok bertemu di lokasi dan tawuran seperti yang tersebar di medsos,” terangnya.

Hussein menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap para saksi, baik di lokasi kejadian maupun dari rekan korban dan pelaku untuk memastikan apakah ada pelaku lain.

Sementara dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebilah celurit yang diduga untuk melukai korban, jaket, sepatu dan tas yang digunakan pelaku saat tawuran.

“Kepada pelaku akan kami sangkakan pasal 170 KUHP tentang tindak kekerasan di muka umum, serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penggunaan senjata tajam,” tandasnya. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]