URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Operasi Lilin Candi 2023 sebagai langkah awal dalam menjaga keamanan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 telah dimulai pada Jumat (22/12/2023) di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra, dan Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Ade Pribadi Siregar memimpin apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya operasi yang berlangsung dari 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bertepatan dengan Masa Kampanye, Perayaan Natal dan Tahun Baru Kali Ini Berpotensi Tingkatkan Kerawanan

Bertepatan dengan Masa Kampanye, Perayaan Natal dan Tahun Baru Kali Ini Berpotensi Tingkatkan Kerawanan

Bertepatan dengan Masa Kampanye, Perayaan Natal dan Tahun Baru Kali Ini Berpotensi Tingkatkan Kerawanan

Operasi Lilin Candi 2023 sebagai langkah awal dalam menjaga keamanan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 telah dimulai pada Jumat (22/12/2023) di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra, dan Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Ade Pribadi Siregar memimpin apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya operasi yang berlangsung dari 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.
Foto: Humas Polres Semarang
Ribuan botol miras berbagai merek dan jenis dimusnahkan dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2023 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (22/12/2023) sore.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kegiatan pengamanan perayaan natal 2023 dan tahun baru 2024 telah dimulai, Jumat (22/12/2023). Hal ini ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2023. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

Berlokasi di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, bertindak selaku pimpinan apel Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra, serta Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Ade Pribadi Siregar.

Dalam amanatnya, Ngesti membacakan amanat Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo perihal kesiapan personel Polri yang didukung TNI serta pemerintah daerah setempat. Dikatakan Ngesti, apel gelar pasukan merupakan langkah akhir dalam pengecekan kesiapan baik personel, maupun sarana dan prasarananya.

“Pengamanan natal dan tahun baru merupakan tugas rutin, yang harus kita pastikan berjalan aman, dan lancar. Sebagaimana penekanan Presiden Joko Widodo bahwa rutinitas ini tetap harus dipersiapkan semaksimal mungkin,” ungkap Ngesti.

Dalam amanatnya juga disampaikan bahwa kegiatan natal dan tahun baru ini bertepatan dengan masa kampanye Pemilu 2024, di mana dapat menimbulkan kerawanan di kalangan masyarakat.

“Oleh sebab itu polri didukung TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait berkomitmen menjaga iklim kamtibmas. Salah satunya ditandai dengan deklarasi pemilu damai,” ujarnya.

Sementara Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menerangkan, selain kegiatan apel gelar pasukan, juga dilaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras berbagai jenis yang disita jajaran Polres Semarang selama kegiatan operasi cipta kondisi sebelumnya.

“Ada sekitar 2.700 botol miras dari berbagai jenis, 1.800 liter tuak dan 500 liter ciu,” urainya.

Oka menambahkan, tim urai kemacetan dari satuan fungsi lalu lintas juga akan disiagakan. “Terutama di lokasi rawan kemacetan dan daya tarik wisata,” tutupnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved