KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

BNNP Jateng Masih Temukan Banyak Modus Untuk Edarkan Narkoba

BNNP Jateng Masih Temukan Banyak Modus Untuk Edarkan Narkoba

BNNP Jateng Masih Temukan Banyak Modus Untuk Edarkan Narkoba

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menyebut peredaran narkoba di Jawa Tengah pada masa pandemi COVID-19 ternyata masih sering terjadi. Bahkan para pelaku memakai berbagai modus misalnya memanfaatkan media sosial dan menghindari tatap muka.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Purwo Cahyoko saat jumpa pers akhir tahun di kantornya menyebutkan di masa pandemi khususnya tahun 2021 ini sudah jarang transaksi yang dilakukan secara langsung atau dengan tatap muka. Transaksi dengan pemesanan online dan meletakkan barang di suatu tempat lebih sering digunakan.

“Para pelaku memanfaatkan media sosial. Untuk transaksi menyerahkan barang, akhir-akhir ini mereka hanya komunikasi dan kemudian letakkan barang di suatu tempat. Bahkan ada yang ditaruh di salah satu gerai supermarket, di antara minuman. Jadi yang mengambil seolah cuma belanja di supermarket,” jelas Purwo kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Selain itu ada juga transaksi yang dilakukan layaknya belanja online pada umumnya yaitu pengiriman dengan ekspedisi. Ia membenarkan transaksi tatap muka sudah berkurang terlebih lagi di masa pandemi.

“Beberapa bulan banyak penjualan tembakau gorila. Transaksi melalui medsos dan pengiriman lewat agen paket. Dulu tarnkasi ketemu, janjian,” paparnya.

“Pengedar narkotika makin kreatif dengan modus operandi makin beragam,” tambahnya.

Purwo menerangkan, tahun ini BNNP Jateng mengungkap 19 kasus dengan 38 tersangka. Barang bukti yang diamankan ada 853 gram sabu, 19.394 gram ganja, dan 321 gram tembakau gorila. Selain itu BNNP Jateng juga menangani tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil kejahatan narkotika.

“Kasus narkoba di Jawa Tengah angka perbandingan (dengan tahun 2020) ada peningkatan. Berdasarkan data yang di tangani polisi dan BNPP Jateng tahun 2020 sekitar 1.280 sekian kasus. Tahun 2021 ada 1.300 sekian kasus,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, dirinya menegaskan akan berkomitmen membabat peredaran narkoba di Jawa Tengah. Selain penangkapan tersangka juga ada tindakan berupa rehabilitasi oleh BNNP Jateng.

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]