URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,9 kilogram dari jaringan internasional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BNNP Jateng Ungkap Penyelundupan 2,9 Kilogram Sabu-Sabu Jaringan Internasional

BNNP Jateng Ungkap Penyelundupan 2,9 Kilogram Sabu-Sabu Jaringan Internasional

BNNP Jateng Ungkap Penyelundupan 2,9 Kilogram Sabu-Sabu Jaringan Internasional

featured-img

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,9 kilogram dari jaringan internasional.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Jawa Tengah Kombes Pol. Arief Dimyati mengatakan, jaringan yang diungkap ini berasal dari Malaysia dan Madura dimana mereka sempat transit di Kota Semarang tepatnya di JKS Logistik Indonesia Jalan Kapten Laut Wiranto, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

“Tersangka dalam kasus ini berinisial AF yang berperan sebagai kurir, lalu NHS yang meminta AF untuk menerima paket. Keduanya adalah warga Lumajang dan tinggal di daerah yang sama,” ujarnya saat rilis kasus di Kantor BNNP Jateng, Selasa (4/10/2022).

Dirinya menjelaskan, dalam melaksanakan aksinya modus operandi para tersangka ini menyimpan paket sabu-sabu di dalam jerigen biru yang dicampur dengan kardus berisi alat dapur dan pakaian bekas.

“Paket dikirim dari Malaysia ke Lumajang namun transit dulu ke Semarang,” katanya.

Lebih lanjut, pengungkapan kasus ini bermula ketika pihaknya mendapat informasi dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas dan Kanwil Bea Cukai Jateng adanya narkoba dalam barang pemaketan yang berasal dari Malaysia ke Lumajang pada Rabu 14 September 2022. Setelah dipastikan ternyata benar terdapat bungkusan serbuk putih yang diduga jenis sabu.

“Kami pun membentuk tim gabungan untuk mengikuti paket barang tersebut yang mengarah ke Lumajang,” jelasnya.

Lalu pada Jumat 16 September 2022, tim mendapati ada seorang pria yang menghampiri mobil yang berhenti di Pasar Randuagung Lumajang. “Kami pun membekuk pria itu dan ternyata benar dia yang terlibat dalam jaringan Malaysia-Madura dan memesan barang tersebut,” bebernya.

Arief mengaku, tersangka ini ternyata masih punya kaitan pada pengiriman sabu seberat 5 Kg pada Oktober 2021 yang disematkan pada lukisan kaligrafi. “Waktu itu paket tidak diambil. Dan 11 bulan kemudian, jaringan yang sama dengan rute Malaysia-Semarang-Madura kembali beroperasi,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 114 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan maksimal hukuman mati.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan