URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Fort Willem I di Ambarawa resmi dibuka sebagai destinasi wisata heritage oleh Pemkab Semarang pada Senin. Bupati Ngesti Nugraha menyebut wisata ini membuka peluang ekonomi karena memadukan sejarah dan panorama alam. Pengembangan lanjutan dan penguatan akses direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan serta manfaat bagi

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bupati Semarang Sebut Benteng Pendem Ambarawa Jadi Penguat Wisata Heritage dan Ekonomi Baru

Bupati Semarang Sebut Benteng Pendem Ambarawa Jadi Penguat Wisata Heritage dan Ekonomi Baru

Bupati Semarang Sebut Benteng Pendem Ambarawa Jadi Penguat Wisata Heritage dan Ekonomi Baru

Salah satu fasilitas pendukung Benteng Pendem Ambarawa berupa mobil klasik disediakan pengelola bagi pengunjung untuk berkeliling benteng. Foto: win
Salah satu fasilitas pendukung Benteng Pendem Ambarawa berupa mobil klasik disediakan pengelola bagi pengunjung untuk berkeliling benteng. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Benteng Pendem Ambarawa atau Fort Willem I resmi dibuka sebagai destinasi wisata heritage baru di Kabupaten Semarang. Pemerintah Kabupaten Semarang menyebut kehadiran destinasi ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menegaskan pembukaan Fort Willem I membawa banyak manfaat bagi daerah.

“Ini menjadi wisata sejarah, heritage, yang kita banggakan bersama,” ujarnya.

Menurut Ngesti, benteng tersebut memiliki daya tarik kuat karena menawarkan gabungan sejarah dan panorama alam Ambarawa.

“Di sini nanti ada view alam yang bagus seperti Rawa Pening dan gunung. Kalau cerah, bagus sekali. Apalagi posisinya juga strategis, di tengah kota dan dekat Exit Tol,” katanya.

Fasilitas penunjang juga disiapkan untuk mendorong kenyamanan pengunjung serta membuka peluang usaha baru. Nantinya akan disediakan outlet oleh-oleh khas Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang yang lengkap.

“Ada tambahan mobil klasik untuk berkeliling benteng, kulinernya juga enak-enak. Kopi juga ada,” tuturnya.

Ia menilai hadirnya Fort Willem I langsung menambah pilihan wisata penting di wilayahnya. Dengan diresmikannya kawasan ini maka bertambah satu lagi destinasi wisata di Kabupaten Semarang.

“Sekaligus menguatkan Kabupaten Semarang sebagai surga-nya wisata Jawa Tengah,” tegasnya.

Ngesti juga menyinggung penguatan akses yang bakal semakin menguntungkan sektor pariwisata Ambarawa.

“Pembangunan jalan tol Bawen–Jogja nanti kan ada exit tol baru di Ambarawa yang berdekatan langsung dengan akses menuju Fort Willem I ini,” jelasnya.

Selain peresmian tahap awal, pemerintah daerah mulai menggagas pengembangan lanjutan. Ia berharap ada revitalisasi tahap dua kaitannya dengan Benteng Pendem Ambarawa. Integrasi dengan wisata edukasi pertanian menjadi salah satu opsi pengembangan.

“Di sekitar benteng ada persawahan. Nantinya anak-anak bisa kita kenalkan dengan pertanian,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemkab Semarang akan terus memperkuat infrastruktur pendukung dengan menggandeng pemerintah pusat dan pihak terkait.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kodam IV/Diponegoro agar wisata heritage Benteng Pendem Ambarawa semakin bagus, berkembang, dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” imbuhnya. (win)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga