RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bus Muatan Puluhan Orang Terperosok Jurang Gunung Pegat, Delapan Orang Meninggal

Bus Muatan Puluhan Orang Terperosok Jurang Gunung Pegat, Delapan Orang Meninggal

Bus Muatan Puluhan Orang Terperosok Jurang Gunung Pegat, Delapan Orang Meninggal

RASIKAFM.COM | WONOGIRI – Bus dengan muatan puluhan orang terperosok ke Jurang Persawahan yang berada di kawasan Desa Bumiharjo, Nguntoronadi, Gunung Pegat, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah pada Senin (21/11/2022) sekira pukul 20.30 WIB.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, data sementara yang diperoleh, akibat dari peristiwa tersebut delapan orang meninggal dunia sedangan 20 orang mengalami luka-luka.

“Info sementara penumpang ada 36 orang. Pendataan sementara dari petugas, delapan orang dinyatakan meninggal dunia sementara 20 penumpang mengalami luka ringan,” ujar Iqbal melalui pesan Whatsaap,” Selasa (22/11/2022).

Evakuasi korban kecelakaan maut yang terjadi di Jurang Persawahan yang berada di kawasan Desa Bumiharjo, Nguntoronadi, Gunung Pegat, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah pada Senin (21/11/2022) malam. (dok. Polda Jateng).

Dirinya menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara, penyebab terjadinya kecelakan tunggal ini diduga karena tak kuat menanjak ketika melintas di lokasi kejadian. Kejadian bermula ketika bus melaju dari arah barat menuju ke arah timur.

Keadaan lokasi kejadian yaitu jalan beton cor kondisi tanjakan-turunan. Setelah melintasi jalan tersebut, bus tersebut tidak mampu menanjak kemudian hilang kendali dan terperosok kekanan jatuh ke jurang.

“Kapolres turun langsung memimpin penanganan di lokasi kejadian kemudian dilanjutkan dengan meninjau kondisi korban yang dibawa ke RS Hermina Wonogiri,” paparnya.

“Kasus ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Wonogiri. Saat ini anggota sedang melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan pendataan korban di Rumah Sakit,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana