KABAR RASIKA

Cegah Risiko Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Lakukan Skrining Kesehatan

Cegah Risiko Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Lakukan Skrining Kesehatan

Cegah Risiko Penyakit Kronis, BPJS Kesehatan Ajak Peserta Lakukan Skrining Kesehatan

Dok. BPJS

Jakarta (17/06/2022) – Sebagai upaya memberikan layanan kesehatan yang komprehensif kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan mengajak peserta untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, Chat Asisstant BPJS Kesehatan (CHIKA) maupun dilakukan langsung saat peserta berkunjung langsung ke FKTP.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati mengungkapkan BPJS Kesehatan terus mengintensifkan program promotif preventif melalui perluasan akses skrining kesehatan. Hal ini penting dilakukan, selain mencegah risiko atau perburukan suatu penyakit diharapkan juga pelayanan primer yang diberikan oleh FKTP dapat dilakukan secara tuntas kepada peserta.

“Tidak perlu khawatir, BPJS Kesehatan memudahkan peserta melakukan skrining riwayat kesehatan melalui berbagai kanal. Skrining ini pun hanya dilakukan minimal sekali setiap tahun dan dapat diikuti oleh seluruh peserta JKN khususnya yang berusia ≥ 15 tahun. Nanti setiap tahun, peserta dapat melakukan skrining ulang sehingga kondisi kesehatan peserta dapat terus kami pantau,” kata Lily.

Skrining riwayat kesehatan ini dilakukan peserta melalui pengisian atas pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan. Bagi peserta yang sudah mengunduh Aplikasi Mobile JKN akan muncul notifikasi pengisian skrining atau peserta dapat proaktif, langsung memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Bagi peserta yang menggunakan layanan Chat Asisstant BPJS Kesehatan CHIKA di Whatsapp, Telegram dan Facebook Messenger pada nomor 08118750400, peserta bisa mengisi pada pilihan fitur Skrining Riwayat Kesehatan.

Namun bagi peserta yang tidak dapat menggunakan kanal digital, peserta dapat melakukan skrining di FKTP sebelum mengakses layanan kesehatan. Saat mendaftar layanan FKTP, akan muncul notifikasi pengisian Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi P-Care FKTP yang merupakan sistem pencatatan pelayanan di FKTP.

“Pengisian sangat mudah, tidak memakan waktu lama hanya kurang dari 10 menit sehingga tidak akan menghambat waktu layanan di FKTP, ” kata Lily.

Dengan skrining riwayat kesehatan, FKTP juga dapat melakukan profiling penyakit peserta terdaftarnya sehingga dapat membantu dalam melakukan tata laksana penyakit sedini mungkin kepada peserta. Hal ini sesuai dengan peran FKTP sebagai gatekeeper dan care coordinator dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi peserta.

Skrining riwayat kesehatan ini dilakukan agar Peserta JKN dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis, meliputi Diabetes Mellitus, Hipertensi, Ginjal Kronik dan Jantung Koroner, sedini mungkin sehingga dapat dicegah agar tidak terjadi penyakit. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2021, dari 2,2Juta peserta yang melakukan skrining riwayat kesehatan, terdapat 14% memiliki potensi risiko hipertensi, 6% risiko jantung koroner, 3% risiko ginjal kronik dan 3% risiko diabetes melitus.

“Dari evaluasi tersebut, kami berkomitmen untuk meningkatan mutu layanan promotif preventif bagi peserta JKN sesuai dengan fokus transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia. Kami juga akan semakin giat mendorong peserta yang hasil skriningnya berisiko tinggi agar mengunjungi FKTP dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di samping itu, bagi peserta JKN-KIS yang telah menyandang penyakit kronis, kami pun akan melakukan intensifikasi pemantauan status kesehatannya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) maupun Program Rujuk Balik (PRB),” jelas Lily.

Sementara itu, berdasarkan evaluasi capaian skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Ungaran sampai dengan 10 Juni 2022, menunjukkan hasil 36.466 peserta telah melakukan skrining riwayat kesehatan, terdapat 3% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit Diabetes Militus, 12,9% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit Hipertensi, 1,9% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit ginjal dan 5,5% berisiko sedang-tinggi untuk penyakit jantung.

BACA JUGA :

Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Pemkab Demak mempercepat pembangunan infrastruktur di hampir seluruh kecamatan, termasuk normalisasi Sungai Onggorawe, Sungai Daleman, dan Sungai Tuntang Lama di Bonang. Pekerjaan juga mencakup saluran air, jalan, jembatan, dan bangunan gedung. Seluruh proyek ditargetkan selesai pada Desember 2026, dengan penanganan bangunan di area normalisasi disesuaikan kondisi teknis dan legalitas.
Infrastruktur Dikebut, Normalisasi Sungai Tuntang Lama Berlanjut
Pemkab Demak mempercepat pembangunan infrastruktur di hampir seluruh kecamatan, termasuk normalisasi Sungai Onggorawe, Sungai Daleman, dan Sungai Tuntang Lama di Bonang. Pekerjaan juga mencakup saluran...
Sebanyak 13.390 orang terdampak dalam 77 kasus dugaan keracunan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah selama setahun terakhir. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen meminta Satgas MBG kabupaten dan kota memperkuat inspeksi langsung ke SPPG untuk memastikan standar operasional, keamanan pangan, pengolahan, dan distribusi makanan dijalankan.
13.390 Orang Diduga Keracunan MBG di Jateng, Satgas Kini Bisa Sidak SPPG
Sebanyak 13.390 orang terdampak dalam 77 kasus dugaan keracunan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah selama setahun terakhir. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen meminta Satgas...
pelecehan seksual
Kerap jadi Korban Kekerasan Seksual, Mantan Penyanyi asal Salatiga Gugat Cerai Suami
Vanessa Aprilia, mantan penyanyi asal Salatiga, memilih menggugat cerai suaminya setelah mengaku mengalami KDRT selama bertahun-tahun. Pendamping korban menilai penanganan kasus kekerasan berbasis gender...
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 30 September 2026, didominasi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 27,0 derajat Celsius dengan kelembapan 71 persen. Suhu diprakirakan mencapai 36 derajat Celsius, sementara hujan ringan berpotensi terjadi di pegunungan dan dataran tinggi serta perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.
30 September 2026: Cuaca Semarang Cerah, Waspadai Karhutla
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 30 September 2026, didominasi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 27,0 derajat Celsius dengan...
DP3AKB Kabupaten Semarang mendorong sekolah memperkuat pencegahan kekerasan dan perundungan menyusul dugaan kasus yang melibatkan siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur. DP3AKB telah berkoordinasi dengan sekolah dan UPTD PPA untuk mengecek kasus tersebut, sementara korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sekolah juga didorong mengoptimalkan TPPK dan pengawasan interaksi siswa.
DP3AKB Kabupaten Semarang Siapkan Pendampingan Korban Dugaan Bullying di SD Hj Isriati Moenadi
DP3AKB Kabupaten Semarang mendorong sekolah memperkuat pencegahan kekerasan dan perundungan menyusul dugaan kasus yang melibatkan siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur. DP3AKB telah berkoordinasi...
Muat Lebih

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]