URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Logistik Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang, berupa kotak suara dan surat suara, mulai didistribusikan dari gudang penyimpanan logistik di kompleks GOR Pandanaran Wujil, Bergas, menuju kecamatan masing-masing. Proses pengiriman, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, dimulai dari tanggal 7-11 Februari 2024, mengikuti arahan KPU RI dengan distribusi dari wilayah terjauh hingga yang terdekat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Curah Hujan Tinggi, Distribusi Logistik Pemilu di Kabupaten Semarang Gunakan Armada Kedap Air

Curah Hujan Tinggi, Distribusi Logistik Pemilu di Kabupaten Semarang Gunakan Armada Kedap Air

Curah Hujan Tinggi, Distribusi Logistik Pemilu di Kabupaten Semarang Gunakan Armada Kedap Air

Logistik Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang mulai didistribusikan dari gudang penyimpanan kompleks GOR Pandanaran Wujil, Bergas ke tingkat PPK, Rabu (7/2/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Logistik Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang berupa kotak suara berisi surat suara dan sebagainya mulai didistribusikan. Proses pengiriman dimulai dari gudang penyimpanan logistik di kompleks GOR Pandanaran Wujil, Bergas menuju ke kecamatan masing-masing.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Bambang Setyono menjabarkan pengiriman ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dimulai dari tanggal 7-11 Februari 2024. Sesuai arahan KPU RI, distribusi dimulai dari wilayah terjauh dan berakhir di wilayah paling dekat.

“Pengiriman hari pertama ini kita fokuskan ke daerah pemilihan (dapil) 4 yaitu Kecamatan Kaliwungu dengan 105 TPS, dilanjutkan Susukan, Tengaran dan Getasan. Besoknya dapil 3 dan seterusnya hingga wilayah terdekat,” kata Bambang ditemui di gudang penyimpanan logistik pemilu, kompleks GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Rabu (7/2/2024).

Dijelaskan Bambang, sesuai target dalam satu hari pendistribusian akan mencakup satu dapil. Karena Kabupaten Semarang terdapat lima dapil, maka dalam jangka waktu lima hari ke depan seluruh logistik sudah sampai ke tingkat PPK.

“Setelah itu, baru akan bergeser ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing desa/ kelurahan,” urainya.

Sebagai upaya pengamanan dan antisipasi terhadap potensi kerusakan logistik akibat curah hujan yang tinggi, lanjutnya, proses pengiriman bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Dimana distribusi menggunakan armada berupa truk boks tertutup yang kedap air sehingga aman sampai lokasi tujuan. PPK juga sudah berkoordinasi dengan forkopimcam untuk menyiapkan gudang logistik yang aman.

“Kita juga sudah minta ke rekan-rekan PPK saat nanti mengirim logistik ke tingkat PPS juga menggunakan prosedur yang sama,” jelasnya.

Sementara untuk pergeseran logistik dari tingkat PPK ke PPS, Bambang menambahkan akan dilaksanakan mulai 11-12 Februari 2024. “Sehingga maksimal pada H-2 pencoblosan, semuanya sudah siap,” harapnya. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved