URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Datangi Upacara, Masih Ada PNS Pemkot Nekat Gunakan Kendaraan Plat Merah

Datangi Upacara, Masih Ada PNS Pemkot Nekat Gunakan Kendaraan Plat Merah

Datangi Upacara, Masih Ada PNS Pemkot Nekat Gunakan Kendaraan Plat Merah

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Masih ada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Salatiga yang ‘ngeyel’ menggunakan kendaraan dinas plat merah untuk menghadiri HUT Salatiga ke-1.273, Senin (24/7).

Hal ini menandakan mereka tidak mengindahkan instruksi Pj Wali Kota Sinoeng N Rachmadi.

Dari pantauan, para ASN yang nekat menggunakan kendaraan pribadi dan dinas masuk ke lingkungan Pemkot Salatiga menyiasatinya dengan berbagai cara.

Diantaranya, ASN memilih berangkat lebih awal sehingga jauh dari pantauan masyarakat.

Namun tak jarang ada juga, diantar sopir pribadi masuk hingga ke dalam Kantor Pemkot Salatiga dan Kompleks DPRD Salatiga. Usia masuk ke lingkungan Pemkot dan DPRD Salatiga, sang sapir pribadi membawa keluar kembali mobil dinas (Mobil) baik itu motor ataupun mobil.

Pantauan media, ASN yang masuk mengendarai kendaraan plat merah disaat instruksi sehari harus menggunakan kendaraan umum bukan hanya sekedar staf. Mirisnya, juga dilakukan pejabat eselon.

Meski ada yang tak patuh, banyak juga ASN yang tertib dan taat akan aturan serta mengikuti instruksi Pj Wali Kota. Mereka secara rombongan menyewa angkot untuk sampai ke Alun-alun Pancasila. Tak hanya angkot, terlihat juga ASN menggunakan ojek online.

Sekda Kota Salatiga Wuri Pudjiastuti misalnya, memberikan contoh dengan menggunakan grab untuk sampai di Alun-alun Pancasila.

Sementara, Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi sendiri menumpang dokar beserta ibu, Denok Respati Sinoeng.

Sebelumnya, Sinoeng telah menginstruksikan jauh -jauh hari agar ASN di Pemkot Salatiga mengunakan kendaraan umum sejenis angkot, becak, dokar dan ojek online saat menghadiri Upacara Bendera HUT Salatiga ke-1.273 di Lapangan Alun-alun Pancasila.

“Sehari saja kita memberikan kesempatan bagi moda transportasi umum untuk ikut merayakan HUT Salatiga, sehingga saya minta agar ASN yang mengikuti Upacara Bendera selain mengenakan pakaian Nusantara juga menggunakan kendaraan umum,” ungkap Sinoeng kepada wartawan.
Sinoeng mengharapkan, semua ASN, BUMD Kantor Kementerian dan vertikal di Kota Salatiga untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi atau dinas.

“Kecuali Satpol PP dan Dinas Perhubungan, saya mengharapkan betul ASN, BUMD Kantor Kementerian dan vertikal di Kota Salatiga untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi atau dinas. Saya sendiri memilih menggunakan dokar, ada yang menggunakan ojek ada yang menggunakan apa namanya angkot boleh, supaya mereka juga bisa merasakan,” ucap Sinoeng, dengan pakaian adat Madura.

Terkait masih banyak ASN yang ‘ngeyel’ menggunakan kedaraan play merah ini kata Sinoeng, dengan menyentil.
“Ada yang ngeyel, saya tinggal bilang saja kamu merasa jadi warga Kota Salatiga atau tidak, kamu merasa menjadi warga Kota. Kalau kamu merasakan ‘ayo’ bersama-sama nyengkuyung. Harusnya mereka (nail plat merah) malu,” pungkas Sinoeng sesaat turun dari dokar berserta istri Denok Respati Sinoeng yang mengenakan adat Bali.

BACA JUGA :

Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
WhatsApp Image 2026-09-01 at 21.14
Dalam Rangka Hari Lahir Kejaksaan Ke-81, Gelar Baksos, Penyaluran Beras di 3 Panti Asuhan
23e7e0c1-4d7c-444b-aaa2-1eea1177273b
Hari Lahir Kejaksaan Ke-81, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang gelar Baksos, Salurkan Air Bersih.
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved