URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Para petani durian di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang sedang melakukan panen raya durian. Dibalik populernya buah durian di pasaran, terdapat perjuangan tak terkalahkan yang dilakukan para petani yang memanen durian dengan bertaruh nyawa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Demi Buah Durian, Petani Durian di Brongkol ini Nekat Panjat Pohon Setinggi 40 Meter

Demi Buah Durian, Petani Durian di Brongkol ini Nekat Panjat Pohon Setinggi 40 Meter

Demi Buah Durian, Petani Durian di Brongkol ini Nekat Panjat Pohon Setinggi 40 Meter

Para petani durian di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang sedang melakukan panen raya durian. Dibalik populernya buah durian di pasaran, terdapat perjuangan tak terkalahkan yang dilakukan para petani yang memanen durian dengan bertaruh nyawa.
Foto:/dok
Sejumlah petani durian di Brongkol saat penen raya Durian belum lama ini.
featured-img

RASIKAFM.COM | JAMBU - Petani durian di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang saat ini tengah panen raya durian.

Namun siapa sangka Di balik populernya buah durian di pasaran, ada perjuangan para petani yang memanen durian dengan bertaruh nyawa. Hal itu seperti yang dilakukan petani durian di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Mereka dengan tanpa rasa takut memanjat pohon durian yang tinggi menjulang setinggi 30-40 meter tanpa pengaman. Guna mempermudah memanjat, mereka hanya membutuhkan bambu yang di lubangi untuk pijakan.

Salah seorang petani durian, Ihwan Susilo, mengaku tidak takut memanjat pohon yang tinggi. Dirinya sudah terbiasa memanen durian.

Sudah biasa. Dari kecil sudah manjat-manjat pohon. Tidak berani memanjat kalau cuaca lagi hujan atau ada angin. Tapi, waktu panen durian biasanya saat pagi hari,” terang Susilo.

Dikatakan, dalam sehari, Susilo bersama tiga temannya mampu memanen sekitar 400-an buah durian. Selain panen di kebun sendiri, Susilo juga bekerja untuk memanen durian milik tetangganya.

“Agar tidak pecah, kami biasa menurunkan durian dengan tali. Pelan-pelan, kami turunkan. Di bawah ada satu teman lagi yang mengambil,” jelas dia.

Selain waktu memanen durian, saat mengikat durian sebelum matang juga dibutuhkan keberanian yang tinggi.

“Kalau mengikat durian, satu bulan sebelum matang. Itu kami juga naik untuk mengikat satu per satu. Biar kalau matang tidak jatuh dan pecah. Itu salah satunya yang membuat durian mahal,” ungkap Susilo.

Diakui Susilo, musim durian tahun ini jauh lebih menguntugkan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Cuaca cerah saat ini disebut-sebut sangat mendukung perkembangan buah durian.

“Sekali panen, rata-rata bisa menghasilkan 50 durian [pohon besar].h Di Gertas ini ada 10.000 pohon. Jadi, tinggal dikalikan,” terang Susilo.

Susilo mengatakan pelanggannya tak hanya berasal dari Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Sebaliknya, para pelanggannya juga banyak yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Minggu lalu, kami kirim ke Bogor sebanyak 250 buah durian. Mereka sudah langganan di sini,” bebernya.

Ihwan Susilo saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta