URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum mampu mendongkrak kesejahteraan peternak ayam rakyat karena pasokan masih didominasi broker dan pelaku usaha besar. Dalam rapat koordinasi PINSAR Indonesia di Kabupaten Semarang, Selasa, peternak mengeluhkan harga ayam hidup yang anjlok hingga jauh di bawah harga acuan akibat surplus produksi nasional dan lemahnya pengawasan tata niaga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PINSAR: Program MBG Belum Berdampak Langsung, Peternak Ayam Rakyat Masih Tertekan

PINSAR: Program MBG Belum Berdampak Langsung, Peternak Ayam Rakyat Masih Tertekan

PINSAR: Program MBG Belum Berdampak Langsung, Peternak Ayam Rakyat Masih Tertekan

PINSAR Indonesia se-Pulau Jawa melaksanakan meeting koordinasi dengan tema “Bersama Kita Perbaiki Harga LB Pulau Jawa” yang digelar di The Wujil Resort and Conventions, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026). Foto: win
PINSAR Indonesia se-Pulau Jawa melaksanakan meeting koordinasi dengan tema “Bersama Kita Perbaiki Harga LB Pulau Jawa” yang digelar di The Wujil Resort and Conventions, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi peternak ayam rakyat. Di tengah melimpahnya produksi ayam pedaging nasional, harga ayam hidup (live bird/LB) justru terus tertekan hingga berada jauh di bawah harga pokok produksi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Indonesia, Mukhlis Wahyudi, dalam Meeting Koordinasi PINSAR Indonesia se-Pulau Jawa yang digelar di The Wujil Resort and Conventions, Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026).

Menurut Mukhlis, kondisi rendahnya harga ayam hidup saat ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya populasi ayam yang dipelihara peternak setelah menikmati keuntungan usaha yang tinggi sepanjang 2025 hingga awal 2026.

“Harapan kami sebenarnya ada pada program MBG. Namun sampai hari ini dampaknya belum dirasakan langsung oleh peternak rakyat,” kata Mukhlis.

Ia menjelaskan, pasokan ayam untuk program MBG saat ini masih didominasi oleh broker atau bandar yang memiliki jaringan pemotongan dan pasokan dalam skala besar.

“Kondisi ini membuat peternak rakyat sulit bersaing karena harga yang ditawarkan cenderung lebih murah,” jelasnya.

Di sisi lain, harga jual ayam hidup di tingkat peternak saat ini masih jauh di bawah harga acuan. Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024, harga acuan pembelian di tingkat peternak ditetapkan sebesar Rp25 ribu per kilogram. Namun di lapangan, harga ayam hidup sempat anjlok hingga Rp11 ribu sampai Rp13 ribu per kilogram.

“Kalau sistemnya masih mencari siapa yang paling murah, maka peternak rakyat pasti kalah. Yang bermain justru para perantara (middleman),” ujarnya.

Mukhlis menilai persoalan utama industri ayam pedaging bukan terletak pada konsumsi masyarakat, melainkan tata niaga dan lemahnya implementasi regulasi yang telah diterbitkan pemerintah. Menurutnya, sejumlah aturan seperti Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 dan Permentan Nomor 34 Tahun 2025 sebenarnya telah memuat berbagai solusi untuk menata industri perunggasan nasional. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum optimal.

“Kalau regulasi ditegakkan dan pengawasannya berjalan, persoalan ayam pedaging ini seharusnya bisa segera selesai,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih terjadinya kelebihan pasokan ayam secara nasional. Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, produksi ayam pedaging pada 2026 diperkirakan mencapai 4,3 miliar ekor. Sementara kebutuhan konsumsi nasional, termasuk tambahan dari program MBG, diperkirakan hanya sekitar 4,1 miliar ekor. Kondisi tersebut masih menyisakan surplus sekitar 300 juta ekor.

“Kami mendorong peningkatan serapan ayam melalui program MBG agar kelebihan produksi dapat terserap dan harga di tingkat peternak kembali membaik,” urainya.

Mukhlis berharap dengan struktur organisasi baru Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG benar-benar dapat memberikan manfaat bagi peternak rakyat, bukan hanya menjadi peluang bagi pelaku usaha besar.

“Kami berharap program ini benar-benar pro rakyat dan mendukung keberlangsungan usaha peternak rakyat,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemecahan Kendi dan Guyuran Air Kembang Tandai Penyerahan Kendaraan KDKMP di Kodim Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga membuka pelatihan vokasi Make Up Artist dan barista di UPTD Balai Latihan Kerja Disperinaker, Senin (6/7/2026), untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja sesuai kebutuhan pasar. Wali Kota Robby Hernawan mendorong peserta membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja, sementara pelatihan yang dibiayai APBD 2026 berlangsung selama 20 hari hingga 31 Juli.
Minimalisir Pengangguran, Pemkot gelar Pelatihan MUA dan Barista
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong DPRD Jawa Tengah mempercepat pembahasan dan pengesahan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal saat Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Semarang, Kamis (2/7/2026). Regulasi tersebut disiapkan sebagai payung hukum untuk memperkuat pendataan, akses jaminan sosial, bantuan hukum, pelatihan, permodalan, dan kesejahteraan pekerja informal di Jawa Tengah.
Pekerja Informal Jateng Selangkah Lagi Miliki Payung Hukum
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta