KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dewan Minta Jalan Jensud Ambarawa Diberlakukan Satu Arah Lagi, Dishub Tunggu Kajian Teknis

Dewan Minta Jalan Jensud Ambarawa Diberlakukan Satu Arah Lagi, Dishub Tunggu Kajian Teknis

Dewan Minta Jalan Jensud Ambarawa Diberlakukan Satu Arah Lagi, Dishub Tunggu Kajian Teknis

Ruas Jalan Jenderal Sudirman Ambarawa direncanakan kembali menjadi satu arah. Rencana itu masih menunggu kajian teknis yang final. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Wacana untuk kembali menerapkan sistem satu arah di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud), Ambarawa, Kabupaten Semarang, belum menunjukkan perkembangan signifikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang menyatakan belum ada tindak lanjut atas usulan tersebut, karena masih menunggu kajian teknis yang final.

Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Tri Martono, mengatakan sistem satu arah sebelumnya pernah diuji coba, namun hasilnya masih menimbulkan sejumlah catatan evaluasi.

“Uji coba satu arah yang pertama kami lakukan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang. Namun dalam pelaksanaannya, muncul beberapa kendala, terutama dari sisi kesiapan jalur alternatif,” jelas Tri saat ditemui di Ungaran, Jumat (25/7/2025).

Salah satu jalur alternatif yang semestinya mendukung sistem satu arah adalah Jalan dr. Soetomo. Namun menurut Tri, kondisi jalan tersebut masih belum memenuhi syarat karena lebar jalannya tidak cukup untuk menampung arus lalu lintas yang dialihkan.

“Dari hasil evaluasi pertama, kami kembalikan ke dua arah. Namun, kami coba lagi pada uji coba kedua dengan menambahkan jalur khusus sepeda motor. Tapi ternyata muncul masalah baru,” lanjutnya.

Masalah baru yang dimaksud adalah keluhan dari para pelaku usaha di sepanjang Jalan Jensud. Mereka merasa dirugikan karena keberadaan jalur sepeda motor di sisi kiri jalan menghalangi kendaraan lain untuk parkir. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas perdagangan mereka.

“Karena sisi kiri jalan digunakan untuk jalur sepeda motor, otomatis mobil atau motor tidak bisa parkir. Padahal banyak toko atau tempat usaha di sepanjang jalan tersebut. Calon pembeli jadi kesulitan saat ingin berhenti atau parkir, dan ini sangat berpengaruh terhadap omset para pelaku usaha,” papar Tri.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Semarang kembali mengusulkan agar sistem satu arah diterapkan, sebagaimana rekomendasi yang sudah beberapa kali disampaikan sejak dua periode kepemimpinan bupati sebelumnya. Hal ini kembali mencuat dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD belum lama ini. Namun demikian, Dishub menegaskan belum bisa mengambil langkah lanjutan tanpa adanya kajian mendalam.

“Sampai sekarang belum ada kajian resmi, baik untuk mendukung sistem dua arah maupun satu arah. Maka dari itu, kami menyarankan agar ke depan dilakukan kajian terlebih dahulu. Tujuannya agar kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran, tidak merugikan pengguna jalan maupun pelaku usaha,” tegasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]