URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Surikatno (69), warga Lingkungan Kolangkaling RT 03 RW 02, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah saluran air jalur utama Semarang-Solo,

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Korban Tabrak Lari, Surikatno Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Nissin

Diduga Korban Tabrak Lari, Surikatno Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Nissin

Diduga Korban Tabrak Lari, Surikatno Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Nissin

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Surikatno (69), warga Lingkungan Kolangkaling RT 03 RW 02, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah saluran air jalur utama Semarang-Solo, tepatnya di depan Nissin Cafe and Emporium, Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (20/12/2022) pukul 04.45 WIB.

Ia diduga menjadi korban tabrak lari sebuah kendaraan bermotor yang melaju dari dari arah Ungaran menuju ke Bawen yang mengakibatkan korban meregang nyawa.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang Iptu Sutarto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskan, kronologi kecelakaan itu bermula saat korban sedang berjalan kaki di sekitar TKP.

“Dari arah yang sama, muncul kendaraan bermotor yang tidak diketahui pelat nomornya diduga menabrak korban hingga akhirnya korban jatuh ke saluran air,” ungkapnya di Ungaran, Rabu (21/12/2022).

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi kejadian, usai menabrak korban diketahui kendaraan bermotor langsung melaju dan meninggalkan korban. Petugas kepolisian yang datang ke TKP dibantu warga sekitar segera mengangkat tubuh korban dari saluran air.

“Korban dinyatakan meninggal dunia karena mengalami cidera serius di bagian kepala,” ujarnya.

Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Sementara hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku tabrak lari belum menyerahkan diri.

“Belum. Kami masih memeriksa sejumlah saksi untuk mendapatkan identitas terduga pelakunya,” pungkasnya. (win)

Petugas mengevakuasi jenazah Surikatno dari saluran air di depan Nissin Cafe and Emporium, yang diduga menjadi korban tabrak lari pada Selasa (20/12/2022). (Foto/ dok. Satlantas Polres Semarang)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved